Wednesday, January 22, 2020
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
DARAH, CINTA DAN AIR MATA 03
DARAH, CINTA DAN AIR MATA 03 (Tien Kumalasari) Bu Lurah hanya menatap punggung nenek Suli yang masuk dengan tergopoh-gopoh, kemudian ia...
-
LANGIT TAK LAGI KELAM 30 (Tien Kumalasari) Pak Hasbi sedang mengingat-ingat, kapan dia mendengar nama Srining disebut. Mungkin Srining ...
-
NAMAKU TETAP SENJA 59 (Tien Kumalasari) Pemeriksaan terus berjalan, hari demi hari. Bu Mery dan Rosa tetap ditahan. Betapa marah Rosa k...
-
LANGIT TAK LAGI KELAM 28 (Tien Kumalasari) Pak Hasbi mengangkat wajahnya. Menatap laki-laki setengah tua yang berdiri di depannya samb...
Tak kalah seru dg cerbung sebelumnya. Terimakasih bu tien ditunggu kelanjutannya
ReplyDeleteWhuaaaduuu...mas Bayu kena syndrome WTJSK.... makin seruu nih !!
ReplyDeleteSemoga mbak Tien senantiasa diparingi sehat wal afiat dan banyak idea tercurah buat tulisan2nya yg bikin penasaran readersnya
Ceritanya apiik, mengalir sempurna .. natural .. saya syukaa dan rindu kiriman berikutnya
ReplyDeleteaduuuuuuh . . berbunga bunga lah mereka
ReplyDeleteBagus cerita nya bu tien
ReplyDeleteSaya gak sabar nunggu kelanjutan nya
Numpang promo ya gan
ReplyDeletekami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*
Bu Tien saya suka cerita yg mengalir natural... dan ke solo an nya memgingatkan masa2 sewaktu sering wira wiri ke solo.
ReplyDelete