Wednesday, January 22, 2020
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
NAMAKU TETAP SENJA 56
NAMAKU TETAP SENJA 56 (Tien Kumalasari) “Mengapa Bapak pulang sendiri? Mana Arka? Masih banyak pekerjaan lagI? Kasihan Pak, mengapa tid...
-
MAWAR HITAM 55 (Tien Kumalasari) Bu Sunu, Andira dan Andra saling pandang satu sama lain. Ada binar-binar di mata mereka, dengan tatapa...
-
LANGIT TAK LAGI KELAM 30 (Tien Kumalasari) Pak Hasbi sedang mengingat-ingat, kapan dia mendengar nama Srining disebut. Mungkin Srining ...
-
MAWAR HITAM 32 (Tien Kumalasari) Suara menggelegar bak guntur di siang bolong itu, dan tatapan mata menyala bagai singa menemukan mangs...
Tak kalah seru dg cerbung sebelumnya. Terimakasih bu tien ditunggu kelanjutannya
ReplyDeleteWhuaaaduuu...mas Bayu kena syndrome WTJSK.... makin seruu nih !!
ReplyDeleteSemoga mbak Tien senantiasa diparingi sehat wal afiat dan banyak idea tercurah buat tulisan2nya yg bikin penasaran readersnya
Ceritanya apiik, mengalir sempurna .. natural .. saya syukaa dan rindu kiriman berikutnya
ReplyDeleteaduuuuuuh . . berbunga bunga lah mereka
ReplyDeleteBagus cerita nya bu tien
ReplyDeleteSaya gak sabar nunggu kelanjutan nya
Numpang promo ya gan
ReplyDeletekami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*
Bu Tien saya suka cerita yg mengalir natural... dan ke solo an nya memgingatkan masa2 sewaktu sering wira wiri ke solo.
ReplyDelete