NAMAKU TETAP SENJA 55
(Tien Kumalasari)
Pak Wiguna terkejut. Ia menatap Arka tak percaya. Pasti anaknya bercanda. Seorang tukang jualan beras, bisa mengetahui sebuah rahasia besar? Dari kalangan orang kaya? Memangnya dia detektif?
“Mengapa Bapak menatap saya seperti itu?”
“Kamu bilang apa? Kalau bukan karena dia maka aku akan tertipu selamanya?”
“Ya, itu benar. Senja lah yang mengetahui bahwa simpanan Bapak itu mengandung bayi dari orang lain.”
“Bagaimana dia bisa mendapat berita seperti itu?”
Lalu Arka menceritakan bahwa Senja bekerja di salon milik ibu Tantrina, lalu mendengar mereka bicara tentang bayi yang dikandungnya.
"Bapak hanya dijadikan kambing hitam. Bayi itu dipergunakan untuk menguras harta Bapak. Acara balik nama rumah juga direncanakan oleh mereka. Harus buru-buru, agar segera terdaftar menjadi miliknya. Bayi itu juga yang akan dipergunakan sebagai senjatanya."
“Jadi Senja itu bekerja di salon bu Mery?”
“Bu Mery itu mertua Bapak?” seloroh Arka.
“Bukan lagi, dia sudah aku ceraikan," pak Wiguna merengut, Arka hanya tersenyum.
“Syukurlah, dan karena itu jangan meremehkan Senja. Gadis itu pintar. Dia sebenarnya bisa melanjutkan kuliah dengan bea siswa, nilainya sangat bagus, tapi dia bersikeras untuk bekerja saja, agar bisa membantu simboknya, untuk membiayai sekolah adik laki-lakinya.”
Pak Wiguna mengangguk-angguk.
“Arka percaya dia bisa bekerja, karena dia cerdas.”
“Baiklah, terserah kamu saja kalau begitu. Tapi bukankah gadis itu sudah bekerja di salon?”
“Dia kurang suka. Pelanggan salon terkadang bersikap tidak sopan terhadap dirinya, maka saya suruh dia resign, dan besok sudah bisa bekerja di sini. Bapak lihat saja, kalau pekerjaannya mengecewakan, kita suruh dia berhenti. Dijadikan tukang bersih-bersih pasti juga dia mau.”
“Ya sudah, bapak mengerti. Sebentar lagi bapak juga mau pulang.”
***
Arka memacu mobilnya ke rumah mbok Mangun. Ada sinar kegembiraan di mata Arka, membayangkan besok pagi dia akan bisa setiap hari bertemu Senja.
“Entah mengapa aku ini, mengapa terus-terusan terbayang wajahnya. Apa aku jatuh cinta pada gadis kecil itu?” gumamnya sambil tersenyum.
“Dia cantik, tapi bukan kecantikan itu yang menarik. Semangatnya, keteguhannya, kegigihannya dalam mencapai keinginan, benar-benar membuat aku kagum.”
Arka terus-terusan memikirkan Senja, sampai kemudian dia tiba di depan rumah sederhana milik mbok Mangun.
Arka turun dari mobil, dan merasa heran melihat pintu rumah mbok Mangun tertutup rapat.
“Apa Senja belum pulang? Bukankah dia mau keluar dari pekerjaannya? Apa pulangnya harus menunggu sampai jam kerjanya habis? Simboknya mungkin belum pulang, tapi bukankah Rimba libur? Main ke mana anak itu.”
Arka terus melangkah mendekati rumah, lalu duduk di bangku kayu depan rumah mbok Mangun.
“Semoga tidak lama aku menunggu.”
Tapi hampir satu jam, dan suasana remang mulai membayang, belum tampak ada yang pulang.
“Sebentar lagi hari gelap. Masa Senja belum pulang juga? Lalu main ke mana Rimba?”
Arka berkali-kali melihat ke arloji di tangannya.
Tiba-tiba seseorang lewat, ia sudah dua kali lewat di depan rumah mbok Mangun, dan melihat mobil serta seorang anak muda masih duduk di depan rumah. Maka dia mendekatinya.
“Mas menunggu siapa?”
“Saya menunggu Senja, juga simboknya dan adiknya.”
“Mas tidak tahu ya? Siang tadi Senja ditangkap polisi.”
Arka terkejut. Ia langsung berdiri dan menatap laki-laki tetangga mbok Mangun itu dengan tatapan tak percaya.
“Senja ditangkap polisi? Kenapa?”
“Saya juga tidak tahu persisnya, tapi kata tetangga di samping itu, katanya Senja melakukan percobaan pembunuhan.”
“Pembunuhan? Lalu ke mana mbok Mangun dan Rimba?”
“Tak lama setelah Senja dibawa, mereka pergi sambil menangis. Mungkin mencari anaknya yang dibawa entah ke mana.”
“Ya Tuhan, ada apa ini?” keluh Arka.
“Mas mencari Senja ya?” ada tetangga lain yang kemudian mendekat. Ia juga menceritakan bahwa Senja dituduh melakukan percobaan pembunuhan.
“Lalu mbok Mangun dan Rimba diantarkan pak RT untuk pergi ke kantor polisi,” sambungnya.
“Apa ada yang tahu di mana kantor polisinya?”
“Waa, ya nggak tahu. Tadi yang omong-omong pak RT nya, katanya dia sudah mendapat informasi, lalu mbok Mangun diajaknya supaya lebih tenang.”
Arka meninggalkan rumah mbok Mangun, dan memutar ponselnya untuk mencari informasi di mana Senja ditahan.
***
Ketika Mery pulang dari kantor polisi untuk dimintai keterangan, Tantrina sudah ada di rumah, matanya sembab karena habis menangis.
“Apa yang terjadi? Ibu di kantor polisi kenapa?” Tantrina malah bertanya kepada ibunya.
Lalu Mery mengatakan secara singkat tentang Senja yang dipaksa melayani pijit seorang pelanggan, tapi kemudian Senja memukul pelanggan itu sampai pingsan berdarah-darah. Itu sebabnya kemudian Senja ditangkap polisi.
“Apa sekarang masih ditahan?”
“Ya masih. Masa ikut pulang bersama ibu.”
“Ibu memaksanya melayani pelanggan yang mesum? Seperti dulu Tantrina mengalaminya sampai kemudian hamil, lalu dia tak mau bertanggung jawab?”
“Iya, tapi kamu kan tidak usah menyesali kejadian itu. Kamu sudah mendapat suami kaya yang mau menikahi kamu kan?”
“Ibu tidak tahu ya. Tiba-tiba pak Wiguna tidak percaya bahwa bayi ini anaknya.”
“Tidak percaya? Mengapa?”
“Aku tidak tahu. Ketika aku meminta agar rumah itu diatas namakan namaku, dia bertanya apa bayi yang aku kandung itu benar darah dagingnya.”
“Kamu kan bisa menjawab. Masa kamu diam saja?”
“Sudah aku jawab, dia tidak percaya. Dia mengajak aku untuk tes DNA.”
“Kamu mau?”
“Ya tidak Bu, kalau aku mau, ketahuan kalau ini bukan darah dagingnya.”
“Lalu bagaimana?”
“Dia sudah menarik kesimpulan, karena aku tidak mau. berarti dia yakin ini bukan anaknya. Ya sudah Bu, mau apa lagi? Dia menceraikan aku, dan mengusirku dari rumah.”
“Kamu juga diusir?”
”Iya Bu, aku diberi waktu seminggu untuk mengosongkan rumah.”
“Ya ampuun, bagaimana semuanya ini. Apa kita menjadi sial gara-gara membantu Rosa ya?”
“Rosa siapa? Ibu membantu apa?”
“Rosa itu dulu teman sekolah ibu, tapi karena ibu keburu menikah, jadi kami berpisah. Beberapa waktu yang lalu dia menelpon ibu, agar ibu menerima pekerja seorang gadis cantik bernama Senja. Tapi aku harus membuat agar dia bisa melayani seorang pelanggan. Itulah yang kemudian terjadi. Sial semuanya. Kamu dicerai, aku harus berurusan dengan polisi.”
“Tapi ibu sudah memiliki salon yang lebih bagus. Perabot yang di rumah akan aku bawa saja semuanya.”
“Ya, tentu saja. Bawa saja semuanya. Mulai besok kamu harus membawanya. Sudah jelas dia tak percaya, dan dia tetap akan menceraikan kamu kan?”
“Iya Bu, dia sudah mengatakan itu, karena aku tidak mau tes DNA.”
“Ya sudah, masih untung kita sudah bisa mendapatkan hartanya, walau tidak begitu banyak seperti yang kita harapkan.”
“Tapi Bu, kalau nanti gadis itu mengatakan bahwa ibu yang memaksa dia melayani pelanggan pijit, Ibu tetap kena.”
“Apa maksudmu? Jangan membuat Ibu takut.”
“Ibu harus siap-siap. Bisa saja hal itu terjadi,” kata Tantrina tanpa beban, padahal perkataannya menakuti sang ibu.
“Semua karena Rosa. Dia dendam kepada gadis itu dan membuatnya celaka.”
“Ibu mendapat bayaran?”
“Iya sih.”
“Apalagi itu.”
“Tapi ibu berjanji tidak akan menyebut nama Rosa.”
“Ibu harus menyebutnya. Enak saja, dia yang punya mau, mengapa Ibu sendiri yang harus celaka? Ingat ya Bu, Ibu harus mengatakan yang sebenarnya. Abaikan saja janji ibu kepada Rosa. Kalau tidak, Ibu sendiri akan celaka dan dia duduk manis menikmati hasilnya.”
“Benar. Dia hanya ingin mencelakakan Senja, entah dendam apa, menurutku Senja itu orangnya baik.”
“Ya sudah. Ibu harus mengatakan kalau ini semua kemauan dia.”
***
Besok lagi ya.
Alhamdulillah.....
ReplyDeleteeNTeeS_55 sudah tayang gasik.
Matur nuwun Dhe, salam SEROJA
Alhamdulillah
ReplyDeleteMatur nuwun mbak Tien- ku NAMAKU TETAP SENJA telah tayang.
ReplyDeleteSemoga mbak Tien selalu sehat bersama keluarga, aamiin.
πΉ☘️πΉ☘️πΉ☘️πΉ☘️
ReplyDeleteAlhamdulillah ππ
Cerbung eNTeeS_55
sampun tayang.
Matur nuwun Bu, doaku
semoga Bu Tien selalu
sehat, tetap smangats
berkarya & dlm lindungan
Allah SWT.AamiinYRA. ππ¦
πΉ☘️πΉ☘️πΉ☘️πΉ☘️
Matur nuwun Bu Tien
ReplyDeleteAlhamdulillah
ReplyDeleteSyukron nggih Mbak Tien❤️❤️❤️❤️πΉπΉπΉπΉπΉ
Trmksh mb Tienπ
ReplyDeleteAlhamdulilah, maturnuwin bu Tien cerbung kesayangan sdh tayang... smg bu Tien sll sehat, bahagia, penuh berkah dan selalyi aduhai aduhai ❤️❤️❤️
ReplyDeleteAlhamdulillah, sudah tayang...sehat wal afiat selamanya bunda...aamiin.
ReplyDeleteAlhamdulillah terima kasih bunda Tien cerbungnya
ReplyDeleteSemoga bunda dan keluarga sehat walafiat
Salam aduhai hai hai
Alhamdulilah
ReplyDeleteTerimakasih Bunda cerbungnya udah tayang
Semoga Bunda sehat walafiat. Ada dalam lindungan Allah SWT.. Aamiin
Mks bunda NTS 55 sdh tayang, gasik ya bun .....selamat malam bun salam sehat selalu
ReplyDeleteAlhamdulillah cerbung senja dah tayang, maturnuwun Bu Tien semoga ibu tetap sehat, semangat dan bahagia bersama keluarga tercinta ❤️ππ
ReplyDeleteAlhamdulillah cerbung NTS sudah tayang,
ReplyDeleteTerima kasih bunda Tien.
Semoga bunda Tien dan keluarga selalu sehat π€²
Alhamdulilah sudah tayang, semoga Ibu Tien selalu sehat..Aamiin YRA
ReplyDeleteAlhamdulillah cerbung senja dah tayang, maturnuwun Bu Tien semoga ibu tetap sehat semangat dan bahagia bersama keluarga tercinta π❤️
ReplyDeleteAlhamdulillah NAMAKU TETAP SENJA,55 telah tayang, terima kasih bu Tien, semoga Allah senatiasa meridhoi kita semua, aamiin yra.
ReplyDeleteAlhamdulillah,mksh Bu Tien smg sehat selalu
ReplyDeleteMatur nuwun, Bu Tien. Sehat selalu
ReplyDeleteπ·Alhamdulillah. ~ Namaku Tetap Senja 55 ~. Sudah tayang. Maturnuwun Bunda semoga selalu Sehat serta Bahagia bersama Pak Tom dan Amancu .Aamiinπ€²π⚘π·
ReplyDeleteAlhamdulillaah, matur nuwun Bu Tien, salam sehat wal'afiat selalu,ππ€π₯°πΏπ
ReplyDeleteTernyata Tantrina korban ibunya sendiri,,,Rosa siap 2 masuk hotel prodeo
Masa sih Rosa teman sekolah Merry? Hmm...Tantrina umur berapa ya?π€
ReplyDeleteDan itu si Arka, kenapa ga langsung nanya pak RT?π
Terima kasih, ibu Tien...sehat selalu.ππ»πΉ
Terimakasih bunda Tien, sehat selalu bunda Tien sekeluarga..... Aamiin YRA π€²π€²π€²
ReplyDeleteMatur nuwun Bunda Tien.. barokalloh, aamiin ...umpama Tantrina umur 20, Bu Meri menikah ketika SMA misal 17 tahun, berarti umur Bu Mery 37 th.. apa Rosa 37 th? gak tll tua ya .. Oh mungkin Rosa teman pelanggan salon
ReplyDeleteTerimakasih Mbak Tien
ReplyDelete