Subscribe to:
Post Comments (Atom)
SEORANG PENGAIS SAMPAH DAN SANG PUTRI KECIL 016
SEORANG PENGAIS SAMPAH DAN SANG PUTRI KECIL 016 (Tien Kumalasari) Rumi masih menunggu reaksi sang nyonya majikan sambil memonyongkan mu...
-
LANGIT TAK LAGI KELAM 30 (Tien Kumalasari) Pak Hasbi sedang mengingat-ingat, kapan dia mendengar nama Srining disebut. Mungkin Srining ...
-
NAMAKU TETAP SENJA 59 (Tien Kumalasari) Pemeriksaan terus berjalan, hari demi hari. Bu Mery dan Rosa tetap ditahan. Betapa marah Rosa k...
-
LANGIT TAK LAGI KELAM 28 (Tien Kumalasari) Pak Hasbi mengangkat wajahnya. Menatap laki-laki setengah tua yang berdiri di depannya samb...
Lanjutan sepenggal kisah ada dibukunya ya bun? Dimana beli bukunys?,
ReplyDelete
ReplyDeleteEdit tertulis Bowo, seharusnya Damar
Oh, pak Damar? Masih sakit dia? Bolehkah aku melihatnya?Aku pernah melakukan kesalahan besar, dan aku menyesalinya. Damar dan Asri..."
Dewi menemui perawat dan minta ijin untuk masuk. Semula perawat itu melarangnya, tapi dengan segala upaya Dewi mohon agar dijinkannya, dan dia berhasil. Dewi memasuki ruangan itu, dan melihat (Bowo) Damar terbaring dengan selang2 melingkupinya.
Dewi mendekat, memegang tangan Damar yang dingin ..
Good
ReplyDelete