Saturday, August 29, 2026

AKU ANAK SIAPA 24

 AKU ANAK SIAPA  24

(Tien Kumalasari)

 

Pak Gatot masih menatap punggung orang itu sampai hilang di balik pagar makam. Ia meneruskan langkahnya, sambil terus berpikir tentang siapa orang itu sebenarnya. Ia terus mengingat-ingat, apakah ada salah satu kerabat istrinya yang berwajah seperti orang tersebut, tapi ia benar-benar tak bisa mengingatnya. Apakah karena sudah semakin tua maka wajahnya berubah?

Langkahnya sudah sampai di depan makam. Ada taburan bunga yang masih segar di atasnya. Pasti orang tadi yang menaburkannya. Tulisan nama sang istri masih tampak jelas. Sawitri. Makamnya juga tampak bersih terawat.

Pak Gatot berjongkok. Ia tak membawa bunga, tapi ia membawa doa, agar Allah mengampuni dosa-dosa istrinya, dan menempatkannya di tempat yang layak disisiNya.

Ia masih termenung sambil duduk di atas rumput di sebelah makam. Udara siang yang panas, menjadi sejuk ketika ia berada di bawah sebuah pohon besar yang menaunginya. Ada pedih mengiris kembali ketika ia teringat saat-saat bersama dengannya. Ketika itu ia masih bisa dikatakan berkecukupan. Warisan rumah orang tuanya cukup besar dan juga ia masih punya banyak uang dari warisan tersebut. Ia bekerja di sebuah kantor swasta yang memperkerjakannya sebagai pegawai administrasi. Dalam kesibukannya, ia tak tahu bahwa sang istri menghabiskan uangnya untuk bersenang-senang.  Sampai kemudian ia mendengar kalau sang istri suka bergandengan dengan laki-laki muda, berganti-ganti, dan istrinya menghabiskan uangnya untuk bersenang-senang dengan mereka.

Pertengkaran demi pertengkaran menghiasi kehidupan rumah tangga mereka. Lalu pak Gatot terkejut ketika tiba-tiba sang istri hamil. Hamil yang bukan darah dagingnya karena sudah berbulan-bulan ia tak pernah menyentuh istrinya.

Puncak dari kehancuran rumah tangga itu ialah ketika ia mengetahui bahwa rumah sudah digadaikan istrinya, dan ia tak mampu menebusnya. Saat itu juga sang istri melahirkan, yang mau tak mau pak Gatot menungguinya. Tapi perbuatan buruk sang istri ditebusnya dengan nyawa. Saat melahirkan ia kehabisan darah dan dokter tak berhasil menolongnya ketika ia tak berhasil mendapatkan darah yang cocok.

“Ini pak Gatot ya?”

Suara itu mengejutkannya. Ia menoleh, dan seorang laki-laki tua sudah berjongkok di sampingnya. Laki-laki tua itu penjaga makam yang sudah dikenalnya. Pak Misran.

“Pak Misran?”

“Pak Gatot masih kelihatan gagah. Syukurlah kalau tidak melupakan saya.”

“Tidak. Pak Misran juga masih seperti dulu. Masa saya lupa?”

“Lama sekali tidak menengok bu Gatot.”

“Rumah saya agak jauh, dan makam istri saya tampak terawat sekali.”

“Ini karena setiap Minggu ada yang menjenguknya. Dia meminta saya agar selalu membersihkan makamnya.”

“Siapa dia?”

“Saya tidak tahu namanya. Ia tidak pernah mau mengatakannya. Tapi ia sering memberi saya uang dan minta agar makam bu Sawitri selalu dibersihkan. Barangkali kerabatnya, karena kalau suaminya kan saya tahu, yaitu pak Gatot ini. Masa pak Gatot tidak kenal dia? Baru saja dia keluar dari sini.”

“Saya melihatnya, tapi saya tidak merasa mengenalnya.”

“Orang itu sikapnya aneh.”

“Aneh bagaimana?”

“Kalau datang, ia tidak menampakkan wajah sedih atau apa. Ia selalu memukul-mukul nisannya dengan tangan, seperti orang marah. Lalu menaburkan bunga, dan duduk sebentar, kemudian pergi begitu saja.”

Pak Gatot mengerutkan keningnya. Kalau begitu orang itu sebenarnya marah kepada Sawitri, tapi selalu datang mengirim bunga, dan meminta penjaga makam merawatnya. Siapa sebenarnya dia, dan apa yang terjadi antara dia dan Sawitri? Pertanyaan itu tak terjawab, karena pak Misran juga tak tahu apa jawabnya.

“Ia tak banyak bicara, kecuali menyuruh saya merawat makamnya, lalu pergi begitu saja.”

“Di mana rumahnya?”

“Itu saya juga tidak tahu Pak. Kalau pak Gatot ingin berbincang dengannya, datanglah hari MInggu, dia pasti datang.”

“Pasti?”

“Selalu datang.”

Pak Gatot hanya berdoa sebentar, kemudian pulang dengan seribu satu pertanyaan yang tak terjawab.

***

Pak Gatot sedang bertugas ketika Bibik tiba-tiba datang mendekat sambil membawa kotak makanan. Ada dua kotak, yang satunya lebih kecil.

“Ini untuk pak Gatot.”

“Ini apa?”

“Nyonya ulang tahun kemarin. Sopir di suruh mengirim makanan tapi rumah pak Gatot katanya kosong. Pak Gatot jalan-jalan ya?”

“Tidak Bik, hanya pergi ke makam istri. Agak jauh, diluar kota sana.”

“O, mengunjungi istri?”

“Makamnya Bik.”

“Eh, iya. Pantesan yang disuruh nyonya kembali pulang makanannya. Ini gantinya Pak, silakan dimakan.”

“Banyak banget Bik?”

“Bukan banyak Pak, hanya dua. Yang satu ini nasi sama ayam bakar, lengkap ada sambal dan lalapan. Yang satu ini isinya kue-kue, macam-macam, pokoknya enak.”

“Jadi kemarin di rumah ada pesta?”

“Bukan pesta Pak, nyonya tidak suka pesta-pesta, hanya memesan makanan, lalu dibagi ke seluruh karyawan yang masuk hari Minggu, dan kerabat. Yang tidak ketemu kemarin ya dibagikan hari ini."

“O, begitu. Baiklah, bilang sama nyonya, saya mengucapkan selamat ya.”

“Ucapan selamat nggak boleh nitip Pak, ongkosnya mahal,” canda bibik.

Pak Gatot tertawa.

“Bibik ada-ada saja.”

“Nanti kalau ketemu, pak Gatot mengucapkan saja sendiri, biar Nyonya juga senang.”

“Baiklah. Terima kasih banyak.”

“Dimakan sekarang pak, nasinya. Kalau kue-kuenya bisa untuk cemilan.”

“Iya Bik, jangan khawatir, pasti segera saya makan, sekali lagi terima kasih.”

Bibik kembali ke rumah, karena meninggalkan Sisi bersama nyonya Surani. Sejauh ini ia belum ingin mengambil pengasuh bayi, masih trauma ketika gelang Sisi hilang. Bibik juga memilih menjaga Sisi sendirian, masalah bersih-bersih dan memasak bisa dilakukan ketika Sisi tidur atau sedang suka bermain-main. Sisi bukan anak yang rewel. Itu sebabnya Bibik tidak keberatan menjaganya sambil mengerjakan pekerjaan rumah.

“Sudah saya berikan Nyonya.”

“Kemarin dia pergi ke mana? Bibik bilang dia tidak ada ketika kemarin sopir mencarinya ke rumah?”

“Bilang. Katanya kemarin pergi ke makam istrinya. Barangkali kangen, Nyonya.”

Nyonya Surani tersenyum lucu. 

"Bibik ini ada-ada saja. Kalau ke makam itu bukannya kangen, hanya ingin mendoakan dari dekat saja. Oh iya, tadi aku mau bilang kalau ingin membezoek Rosa, bisa besok pagi, nanti biar dia tukar tugas dengan lainnya.”

“Maksudnya besok pak Gatot biar masuk sore, begitukah?”

“Iya Bik.”

“Apa saya harus ke sana lagi?”

“Tidak, nanti sebelum berangkat aku bilang sendiri saja. Kasihan dia, sepertinya pak Gatot benar-benar menyayangi seperti anaknya sendiri.”

“Bodohnya mbak Rosa, dianggap anak oleh orang baik seperti pak Gatot, malah melakukan hal-hal buruk. Akhirnya ya masuk penjara.”

“Itulah yang selalu aku pikir, dan sampai sekarang pak Gatot juga selalu memikirkannya. Ya sudah Bik, ajak Sisi makan dulu, aku mau berangkat, sudah kesiangan ini.”

***

Pak Gatot senang ketika akhirnya dia akan bisa bertemu Rosa.

Bu Surani tidak ingin ikut bertemu Rosa. Jadi hanya menurunkan pak Gatot dan mengantarkan pak Gatot sampai ke dalam, dan meminta ijin kepada petugas karena ada yang ingin bertemu dengan dia.

Pak Gatot menunggu sendirian.

Ia diam ketika seorang wanita berhijab keluar. Tapi ia terkejut ketika yang berhijab itu menyapanya.

“Bapak.”

***

Besok lagi ya.

15 comments:

  1. Alhamdulillah AaAaeS_24 sudah tayang.
    Matur nuwun Dhe.
    Salam SEROJA

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah
    Matur nuwun Bu Tien
    Sehat selalu nggih

    ReplyDelete
  3. πŸ₯‘πŸ’πŸ₯‘πŸ’πŸ₯‘πŸ’πŸ₯‘πŸ’
    Alhamdulillah πŸ™πŸ˜
    Cerbung AaAaeS_24
    sampun tayang.
    Matur nuwun Bu, doaku
    semoga Bu Tien selalu
    sehat, tetap smangats
    berkarya & dlm lindungan
    Allah SWT.AamiinYRA. πŸ’πŸ¦‹
    πŸ₯‘πŸ’πŸ₯‘πŸ’πŸ₯‘πŸ’πŸ₯‘πŸ’

    ReplyDelete
  4. 🌷Alhamdulillah. ~ AKU ANAK SIAPA 24 Sudah tayang πŸ‘πŸ’ Maturnuwun Bunda semoga selalu Sehat Wal afiat bersama Pak Tom dan Amancu .AamiinπŸ€²πŸ™⚘🌷

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah, telah tayang AAS nya.
    Sehat selamanya bunda...aamiin.

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah AAS sudah tayang
    Terima kasih bunda Tien, tetap semangat terus berkarya.
    Semoga bunda Tien dan keluarga sehat selalu dalam keberkahan dan lindungan Allah SWT 🀲

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah AKU ANAK SIAPA(AAS),24 telah tayang, terima kasih bu Tien, semoga Allah senatiasa meridhoi kita semua, aamiin yra.

    ReplyDelete
  8. Alhamdulilah.
    Terimakasih Bunda sudah tayang. Sehat slalu beserta keluarga. Selamat libur besok.
    Wah pa Gatot pangling lihat Rosa pake hijab.

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah mksh Bu Tien smg sekeluarga sehat selalu dan diberi umur panjang yg barokah aamiin

    ReplyDelete
  10. Mks bunda cerbung AAS 24, selamat malam, salam sehat sejahtera sll

    ReplyDelete
  11. Matur nuwun mbak Tien-ku AKU ANAK SIAPA telah tayang.
    Semoga mbak Tien selalu sehat bersama keluarga, aamiin.

    ReplyDelete
  12. Alhamdulilah cerbung kesayangan sampun tayang ... maturnuwun bu Tien semoga ibu sehat dan bahagia selalu .. salam hangat dan aduhai aduhai bun ❤️❤️❤️

    ReplyDelete
  13. Alhamdulillah AKU ANAK SIAPA~24 sudah hadir.
    Maturnuwun Bu Tien.πŸ™
    Semoga tetap sehat dan bahagia senantiasa bersama keluarga, serta selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
    Aamiin YRA.🀲

    ReplyDelete

AKU ANAK SIAPA 24

  AKU ANAK SIAPA  24 (Tien Kumalasari)   Pak Gatot masih menatap punggung orang itu sampai hilang di balik pagar makam. Ia meneruskan langka...