Saturday, August 22, 2026

AKU ANAK SIAPA 18

 AKU ANAK SIAPA  18

(Tien Kumalasari)

 

Bu Mery menatap anaknya, dan itu benar. Hari itu juga mereka melaporkannya kepada polisi tentang keberadaan Rosa di rumah mereka.

Sementara itu Rosa sudah menemukan rumah kost yang jauh dari perkotaan. Setelah itu ia kembali ke rumah Mery karena masih ada barang-barangnya yang tertinggal. Lagipula ia sudah diusir. Saat itu Rosa punya uang yang lumayan banyak. Ia tidak menjualnya di toko perhiasan tapi kepada orang rumahan yang suka mengumpulkan perhiasan-perhiasan bermutu. Rosa tak ingin ketahuan karena toko perhiasan akan mencurigainya ketika ia menawarkan barang bagus yang lumayan banyak.

Ia tahu kalau ia sudah dilaporkan, dan ia sadar kalau ia menjadi buronan. Jadi ia tidak bisa sembarangan keluar, dan tetap berdandan dengan aneh sehingga tidak kelihatan wajah cantiknya. Ia juga memakai topi yang dipinjamnya dari rumah Mery.

Tapi ketika ojol yang ditumpangi sudah hampir sampai di rumah Mery, ia melihat ada mobil polisi terparkir di halaman. Rosa sangat terkejut, sehingga ia segera berteriak kepada pengemudi ojol agar segera berbalik arah. Ia meminta agar ojol itu memacu motornya dengan sekuat-kuatnya.

Ketika sudah sampai di dekat gang di mana dia tinggal, ia minta ojol itu berhenti. Kalau terjadi sesuatu dan tukang ojol itu diinterograsi polisi, maka ia pasti akan tertangkap, jadi ia tak mau ojol itu berhenti di dekat rumah kost itu.

Terengah-engah Rosa ketika masuk ke kamar kostnya. Ia sadar hidupnya tak akan merasa tenang, tapi rasa bencinya kepada Senja tak terbendung. Ia belum merasa lega kalau belum membuat Senja celaka atau sengsara. Ada ketakutan yang menderanya, dan membuatnya gelisah. Tapi ibarat menyeberang sungai, dia sudah sampai di tengah-tengah, mundur basah, majupun basah.

***

Hari itu Senja melihat Bibik berkali-kali melongok ke depan, dan selalu pergi ke gerbang, untuk memeriksa kuncinya, apa sudah benar atau belum.

“Bik, memangnya kenapa, Bibik kelihatan seperti gelisah begitu?”

“Nggak tahu kenapa Nyonya, berkali-kali saya melihat ada seorang laki-laki yang mondar mandir di depan rumah, takut kalau dia itu orang jahat.”

Senja malah tertawa.

“Bibik itu aneh, di depan itu kan jalan besar, jadi tidak aneh kalau ada yang mondar mandir di sana.”

“Tapi orangnya mencurigakan sekali. Kelihatan kalau dia selalu mengawasi rumah ini.”

“Masa sih Bik?”

“Kejadiannya sudah beberapa hari ini. Ketika Nyonya dan tuan pergi, saya dengan mas Satria berdiri di teras. Tiba-tiba ada pengendara sepeda motor berdiri di depan gerbang. Saya pikir ada tamu atau apa, tapi ia hanya berdiri saja, melihat ke arah rumah ini. Untung gerbangnya saya gembok. Kalau tidak, barangkali dia akan masuk dan melakukan kejahatan. Setelah itu saya sering melihat orang yang sama mondar mandir di depan. Benar Nyonya, sudah beberapa hari ini.”

“Baiklah, memang kita harus hati-hati. Ketika di kondangan beberapa hari yang lalu, kami bertemu dengan pak Daryono yang mengatakan bahwa istrinya baru saja kehilangan satu kotak perhiasan.”

“Tuh, kan? Nyonya harus hati-hati meletakkan perhiasan atau barang-barang berharga. Kecuali itu gerbang harus selalu digembok.”

Baru saja Bibik berhenti bicara, terdengar klakson berbunyi berkali-kali.

“Oh, kalau itu tuan yang datang,” seru Bibik yang kemudian mengambil kunci dan berlari menuju gerbang.

“Bibik selalu menggembok pintu ini ya?”

“Iya Tuan, harus hati-hati, banyak orang jahat sekarang ini,” kata Bibik yang kemudian kembali menggembok gerbang, setelah mobil Arka masuk.

“Baru pulang Mas?”

“Iya. Satria mana?”

“Masih tidur. Nanti aku bangunin. Mas pulang agak siang hari ini?”

“Iya, sedikit merasa lelah, banyak yang harus diurus.”

“Itu benar, kalau merasa lelah Mas harus segera pulang dan istirahat. Pekerjaan tak akan ada habisnya bukan?”

“Tadi di jalan, aku banyak melihat foto Rosa.”

“Foto Rosa? Maksudnya non Rosa?”

“Kamu sudah menjadi nyonya Arka masih juga memanggilnya non Rosa.”

“Iya Mas, kebiasaan. Tunggu, maksudnya apa banyak melihat foto Rosa? Dia sudah menjadi aktris?”

Arka tertawa.

“Aktris buronan polisi.”

“Buronan polisi lagi? Apa yang dilakukannya?”

“Mencuri sekotak perhiasan di rumah pak Daryono.”

“Lhoh, Rosa pulang ke sana?”

“Tidak, setelah aku melihat foto-foto itu, aku menelpon pak Daryono, dia mengatakan bahwa Rosa mencuri kotak perhiasannya.”

“Rosa pulang ke sana?”

“Pulang ketika pak Daryono dan istrinya pergi keluar kota. Menginap semalam di kamar Bibik, tapi menggerayangi almari bekas ibu angkatnya dan mengambil kotak itu.”

“Ya Allah. Mengapa dia melakukannya?”

“Ceritanya panjang soal Rosa. Sebelum itu dia juga mencuri gelang di rumah majikannya. Dia sudah dilaporkan polisi dan sekarang foto Rosa tersebar di mana-mana.”

“Dia bekerja?”

“Ceritanya nanti saja, biar jelas. Aku mau istirahat dulu ya.”

“Eh iya, kasihan deh suami aku, capek-capek disuruh cerita. Baiklah, ayo mandi dulu sana, biar aku siapkan teh hangat kesukaan Mas. Ada kacang rebus gurih juga lho.”

“Wah, itu aku suka banget. Baiklah, aku mandi dulu saja.”

***

Pak Gatot juga melihat foto Rosa dipampang di mana-mana. Ada sedih yang melintas, ketika ia ingat bahwa Rosa adalah bayi yang dibuangnya di panti asuhan.

"Mengapa kehidupannya menjadi gelap seperti itu, padahal ia sudah bisa hidup nyaman menjadi anak angkat pengusaha kaya,” gumamnya berkali-kali.

Ia sedang duduk melamun di bangku depan toko, di mana dia bertugas hari itu.

Sungguh ia merasa sedih. Kalau saja waktu itu dia tidak membuangnya, barangkali hidupnya akan lebih baik. Bukan masalah kaya atau miskin, tapi kesederhanaan hidup terkadang membuat orang tidak punya pikiran yang muluk-muluk.

“Pak Gatot melamun ya?”

Pak Gatot terkejut. Bu Surani tiba-tiba sudah ada didekatnya, memberinya bungkusan berisi makanan.

“Masih siang, Ibu sudah pulang?”

“Iya Pak, sekarang lebih sering pulang lebih awal, karena kasihan Bibik, ia harus mengasuh Sisi juga.”

“Iya, benar. Nyonya belum mendapat pengasuh anak lagi?”

“Belum, dan tidak ingin mencari dulu Pak, pengalaman yang kemarin agak membuat saya kurang nyaman kalau ada orang asing di rumah.”

“Jaman sekarang memang harus lebih berhati-hati terhadap apapun.”

“Benar. Pak Gatot sudah melihat banyak foto Rosa di mana-mana?”

“Sudah Bu, itu sebabnya saya agak sedih.”

“Pak Gatot tidak usah terlalu memikirkannya. Bagaimanapun pak Gatot pernah menolongnya.”

“Yang membuat saya sedih adalah saat bayi, mengapa saya membuangnya. Saya merasa berdosa.”

“Waktu itu pak Gatot kan sedang sedih, bingung, dan hatinya terluka. Tapi sesungguhnya jalan yang dipilih Rosa itu kan memang jalan yang dipilihnya? Hidupnya sudah tenang, berkecukupan, tapi punya keinginan yang aneh-aneh. Ketika kemudian mendapat hukuman, bukannya mencari ketenangan dan bertobat, malah kembali melakukan kesalahan.”

“Iya Bu. Semoga kali ini bisa membuatnya sadar. Kalau Allah mengijinkan saya ketemu dia, akan saya tunjukkan di mana kuburnya, tidak apa-apa kalau saya mengakui sebagai ayah kandungnya.”

“Semoga Allah mengijabah keinginan pak Gatot yang mulia ini.”

“Aamiin.”

***

Pagi hari itu pulang sekolah, Satria menunggu sang ibu menjemputnya. Kebetulan sekolah sedang ada acara dan murid-murid dipulangkan sebelum waktunya. Banyak yang menunggu jemputan, termasuk Satria. Tapi pihak sekolah melarang mereka keluar sebelum dijemput, karena sudah ada pemberitahuan kepada orang tua masing-masing.

Satria sudah mulai gelisah. Ia menunggu di gerbang sekolah yang tertutup. Penjaga melarang anak-anak untuk keluar sebelum jemputannya datang.

Tiba-tiba seorang laki-laki berpakaian rapi mendekat dan memanggil Satria.

“Satria!”

Satria menoleh, ia belum pernah melihat laki-laki itu.

“Kamu tidak pulang?”

“Kamu siapa?” tanya Satria.

“Aku saudara ibumu. Ayo aku antar pulang, ibumu sudah menunggu di rumah.”

“Kok aku belum pernah melihat Om?”

“Om, tinggal jauh di luar Jawa, jadi jarang datang. Kali ini om akan mengantarmu pulang. Ayuk, ibumu sudah menunggu, sedang ada pesta di rumah.

”Pesta apa?”

“Menyambut kedatangan om ini. Cepatlah.”

***

Besok lagi ya.

19 comments:

  1. Yessss
    Alhamdulillah sdh tayang
    Matur nuwun Dhe

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah
    Terima kasih Bu Tien
    Semoga Ibu sekeluarga sehat selalu

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah bisa coment lagi, sugeng dalu Bunda Tien Kumalasari & keluarga, mugi tansah pinaringan sehat, wilujeng , nuwun

    ReplyDelete
  4. Alhamdulilah
    Terimakasih Bunda. Sehat slalu beserta keluarga
    Selamat malam minggu

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah "AKU ANAK SIAPA 18" sdh tayang. Matur nuwun & sugeng dalu Bu TienπŸ™

    ReplyDelete
  6. πŸŽ‹πŸͺ΄πŸŽ‹πŸͺ΄πŸŽ‹πŸͺ΄πŸŽ‹πŸͺ΄
    Alhamdulillah πŸ™πŸ˜
    Cerbung AaAaeS_18
    sampun tayang.
    Matur nuwun Bu, doaku
    semoga Bu Tien selalu
    sehat, tetap smangats
    berkarya & dlm lindungan
    Allah SWT.AamiinYRA. πŸ’πŸ¦‹
    πŸŽ‹πŸͺ΄πŸŽ‹πŸͺ΄πŸŽ‹πŸͺ΄πŸŽ‹πŸͺ΄

    ReplyDelete
  7. Alhamdulilah, maturnuwun bu Tien atas sajian cerbung kesayanganku..
    Semoga ibu tetap sehat, bahagia dan penuh keberkahan aamuin yra , salam seroja dan aduhai aduhai bun ❤️❤️❤️

    ReplyDelete
  8. Matur nuwun mbak Tien-ku AKU ANAK SIAPA telah tayang.
    Semoga mbak Tien selalu sehat bersama keluarga aamiin.

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. Alhamdulillah AKU ANAK SIAPA~18 sudah hadir.
    Maturnuwun Bu Tien.πŸ™
    Semoga tetap sehat dan bahagia senantiasa bersama keluarga, serta selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
    Aamiin YRA.🀲

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah AKU ANAK SIAPA(AAS),18 telah tayang, terima kasih bu Tien, semoga Allah senatiasa meridhoi kita semua, aamiin yra.

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah terima kasih bunda Tien,cerbung
    AAS sudah tayang semoga , bunda Tien dan keluarga sehat 🀲

    ReplyDelete
  13. Matur nuwun Bunda Tien, selamat berakhir pekan dg keluarga tercinta, semoga semua sehat wal'afiat....

    ReplyDelete
  14. 🌷Alhamdulillah. ~ AKU ANAK SIAPA 18 ~ Sudah tayang πŸ‘πŸ’ Maturnuwun Bunda semoga selalu Sehat Wal afiat bersama Pak Tom dan Amancu .AamiinπŸ€²πŸ™⚘🌷

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillah SAS telah hadir, maturnuwun Bu Tien... semoga ibu tetap sehat semangat dan bahagia bersama keluarga tercinta ❤️πŸ™πŸ™

    ReplyDelete
  16. Alhamdulillah
    Terima kasih bunda Tien
    Semoga bunda sehat walafiat
    Salam aduhai hai hai

    ReplyDelete
  17. Alhamdulillah mksh Bu Tien smg sekeluarga sehat selalu dan diberi umur panjang yg barokah

    ReplyDelete

AKU ANAK SIAPA 18

  AKU ANAK SIAPA  18 (Tien Kumalasari)   Bu Mery menatap anaknya, dan itu benar. Hari itu juga mereka melaporkannya kepada polisi tentang ke...