AKU ANAK SIAPA 16
(Tien Kumalasari)
Bu Daryono menarik tangan bu Surani agak ke pinggir, yang agak jauh dari hiruk pikuk para tamu yang beramah tamah.
“Jeng bilang apa? Pengasuh putri Jeng yang mencuri gelang itu bernama Rosa?”
“Iya, Rosana atau Rosa siapa, saya lupa, tapi kami memanggilnya Rosa. Saya kira dia orang baik. Satpam saya yang mengantarkan ke rumah saya, minta pekerjaan, lalu saya terima. Tadinya satpam itu mengatakan bahwa dia anaknya, tapi belakangan dia mengatakan bahwa sesungguhnya Rosa bukan siapa-siapanya. Dia hanya menolong ketika Rosa dihajar banyak orang karena mencuri sepotong roti. Karena kasihan satpam itu mengajaknya pulang, diberi pakaian, dianggapnya anak, lalu dicarikan pekerjaan di rumah saya. Tak tahunya dia mencuri."
Bu Daryono mengambil ponselnya, membuka-buka dan berhasil menemukan sebuah gambar Rosa, bekas anak angkatnya. Memang bekas karena setelah melakukan kejahatan, bu Daryono dan suaminya tak mau lagi menganggapnya anak angkat.
“Inikah Jeng, pengasuh putri Jeng yang bernama Rosa?”
“Lhoh, bu Daryono kok punya fotonya Rosa. Iya Bu, benar ini orangnya.”
“Ya Allah, dia melakukannya, benar-benar pasti dia.”
“Maksud bu Daryono, yang mencuri kotak perhiasan itu dia? Bagaimana Ibu bisa mengenal dia?”
Lalu bu Daryono menceritakan secara singkat tentang kehadiran Rosa yang sejak bayi diambil dari panti asuhan, lalu diangkatnya anak, dikuliahkan sampai di luar negri. Tapi kemudian dia melakukan kejahatan dan dipenjara beberapa tahun. Sampai ketika Rosa ketemu Bibik pembantunya, menginap di rumah semalam, lalu tiba-tiba pamit pergi lagi, dan bu Daryono kehilangan sekotak perhiasan.
Bu Surani melongo. Jadi Rosa itu pernah menjadi anak angkat keluarga Daryono?
“Berarti dia punya bakat menjadi penjahat. Setelah keluar dari penjara harusnya mencari pekerjaan agar bisa makan, dia malah mencuri. Pasti bukan sekali itu dia melakukannya. Yang terakhir menyebabkan dia dipungut oleh pak Gatot. Tapi dasarnya hatinya kotor.”
“Aku yakin, pasti dia pelakunya. Padahal seandainya dia minta tolong, ingin membuka usaha atau apa, pasti kami akan memberi, walau tak mau lagi menjadikannya anak angkat. Kok malah mencuri. Benar Jeng, dia punya darah penjahat. Entah anak siapa dia sebenarnya.”
“Ibu tidak tahu siapa orang tuanya?”
“Tidak Jeng, kami mengambilnya di panti asuhan, katanya dia ditinggalkan begitu saja oleh orang tuanya, tanpa keterangan apapun. Jadi sampai sekarang kami tidak tahu siapa orang tuanya.
“Luar biasa pengalaman kita tentang kecurian barang. Hanya punya bu Daryono pasti lebih mahal. Jauh lebih mahal.”
“Lumayan Jeng, agak lengkap barang yang saya simpan di kotak itu. Seandainya sore ini tidak harus memenuhi undangan di sini, entah sampai kapan kami tahu bahwa kotak itu hilang, karena saya tidak pernah memakai perhiasan di keseharian saya.
“Semoga dia tertangkap Bu, pastinya Bibik bertanya di mana dia tinggal kan?”
“Tidak Jeng, dia tidak mau mengatakan di mana dia tinggal.”
“Tadinya dia kost di dekat rumah saya Bu, tapi kemudian dia keluar dan tidak lagi kost di sana.”
“Entah apa nanti yang akan dilakukan suami saya Jeng, tapi besok dia akan lapor polisi. Semoga kalau dia tertangkap, benar-benar bisa membuatnya jera.”
***
Pak Daryono heran mendengar penuturan istrinya tentang Rosa, yang sebelumnya pernah mencuri gelang anak bu Surani ketika menjadi pengasuh.
“Papa tadi aku cari tidak ketemu, sebenarnya kalau ketemu akan aku minta untuk mendengarkan cerita jeng Surani.”
“Aku ketemu pak Wiguna dan juga Arka putranya, mereka bersama istri masing-masing. Banyak cerita, jadi agak jauh dari Mama. Aku mau memanggil Mama, kok sudah tidak ada di tempat semula.”
“Ya itu, aku omong-omong sama jeng Surani, mojok agak ke belakang.”
“Hebat ya Rosa, ternyata dia memang punya darah penjahat, padahal kita mendidiknya dengan baik, dia juga bergaul dengan orang-orang baik.”
“Sifat itu sudah mendarah daging. Harusnya kalau kita memungut anak, harus jelas siapa orang tuanya, dan bagaimana dia sampai dititipkan di panti asuhan.”
“Kalau sekarang kita tidak usah ingin punya anak angkat lagi kan Ma, kita sudah semakin tua, nanti malah jadi banyak pikiran.”
“Sebenarnya Papa sudah akan mewariskan perusahaan Papa juga kan?”
“Akhirnya kan banyak aset yang sudah aku jual Ma, agar tidak terlalu terbebani oleh pikiran yang macam-macam.”
“Iya, Papa benar. Lebih baik kita hidup tenang dengan menikmati masa tua kita.”
“Benar Ma.”
“Tentang pencurian itu, apakah besok Papa jadi melaporkannya ke polisi?”
“Jadi Ma, agar dia jera. Enak sekali dia melakukan kejahatan lalu kita biarkan dia melenggang.”
“Sebenarnya kasihan ya Pa, mengingat masa kecilnya yang lucu, dan pintar.”
“Iya sih. Tapi kalau dipikir-pikir, mengapa dia memilih mencuri perhiasan, bukan surat-surat dia atau ijazah dia, agar bisa dipergunakan untuk mencari pekerjaan. Barang-barang itu kan semua ada di rumah kita.”
“Memang inginnya mendapat uang secara instan. Bukankah pada dasarnya dia itu pemalas? Sudah selesai pendidikan di luar negri, bukan ingin membantu Papa, malah melakukan hal yang aneh-aneh.”
“Yah, sudahlah, tidak usah dipikirkan lagi.”
***
Sore hari itu sebelum pulang, pak Gatot dipanggil bu Surani. Ia langsung masuk kembali ke dalam toko, menuju kantor bu Surani, di mana dia sudah menunggu.
“Duduk, pak Gatot.”
Pak Gatot duduk di depan meja kerja bu Surani, agak berdebar, karena tak biasanya bu Surani memanggilnya. Ternyata bu Surani hanya bercerita tentang Rosa yang melakukan pencurian lagi di rumah seorang pengusaha, di mana dulu Rosa dijadikan anak angkatnya.
“Jadi Rosa itu sebenarnya anak angkat seorang pengusaha?”
“Iya Pak. Pengusaha besar dan kaya raya.”
“Aneh. Mengapa dia kemudian keluyuran seperti gelandangan, bahkan mencuri sepotong roti di warung jalanan.”
“Ceritanya panjang Pak. Itu sebabnya pak Gatot saya suruh masuk kemari, karena kalau di luar, nggak enak kita ngobrol, nanti dilihat dan didengar orang-orang.”
“Benar Bu.”
“Dan sekarang jam kerja untuk pak Gatot kan sudah selesai?”
Lalu bu Surani bercerita seperti apa yang dikatakan bu Daryono. Semuanya dikatakan, sampai kemudian Rosa datang ke rumahnya saat bu Daryono pergi, kemudian mencuri sekotak perhiasan.
Pak Gatot geleng-geleng kepala. Tapi dia sangat terkejut ketika bu Surani mengatakan tentang Rosa yang sebenarnya diambil dari panti asuhan.
***
Ketika pulang, pak Gatot melamun di rumahnya. Ia duduk sendirian di depan rumah, teringat akan nasibnya sendiri yang bisa dikatakan sebatang kara. Rosa yang ditemukan dijalanan dan diharapkan bisa menemani kehidupannya sebagai anak angkat, ternyata adalah bekas anak angkat seorang pengusaha, sekaligus bekas narapidana. Pantas dia sangat tertutup dan tidak mau menceritakan perihal kehidupannya.
Pak Gatot sendiri sebenarnya bukanlah perjaka tua. Ia pernah punya istri yang ternyata penipu, menghabiskan harta peninggalan orang tuanya untuk berselingkuh dengan seseorang. Ketika sang istri mengandung, ia mengacuhkannya karena tahu bahwa bayi itu bukan darah dagingnya. Sang istri berhubungan dengan banyak laki-laki yang entah siapa bapak dari bayi itu. Ketika kemudian bayi itu lahir, sang istri meninggal setelah melahirkan. Pak Gatot yang kebingungan karena tak bisa merawat bayi, serta dalam keadaan terluka hatinya karena kebohongan sang istri dan pengkhianatannya, membawa bayi yang baru lahir itu dan meninggalkannya di sebuah panti asuhan.
Tiba-tiba pak Gatot terkejut ketika teringat tentang bayi di panti asuhan itu. Jangan-jangan bayi itu adalah Rosa.
“Ya Tuhan, apakah Rosa adalah anak mendiang istriku?”
***
Besok lagi ya.
Alhamdulillah mksh bunda sehat selalu doaku
ReplyDeleteAlhamdulillah
ReplyDeleteTerima kasih Bu Tien
Semoga Ibu sekeluarga sehat selalu
Matur nuwun mbak Tien-ku AKU ANAK SIAPA telah tayang.
ReplyDeleteSemoga mbak Tien selalu sehat bersama keluarga aamiin.
Alhamdulillah "AKU ANAK SIAPA 16" sdh tayang. Matur nuwun & sugeng dalu Bu Tienπ
ReplyDeleteAlhamdulilah
ReplyDeleteTerimakasih Bunda. Semoga sehat slalu beserta keluarga tercinta.
Mungkinkah... Rosa anak pa Gatot ??
Alhamdulillah telah tayang...AAS nya.
ReplyDeleteSehat selamanya bunda...aamiin.
Alhamdulillah sudah tayang
ReplyDeleteTerima kasih bunda Tien
Semoga bunda sekeluarga sehat walafiat
Salam aduhai hai hai
Mks bunda cerbung AAS sdh hadir....selamat malam salam sehat
ReplyDeleteTerima kasih Budhe, AaAaeS_16 sudah ditayangkan.
ReplyDeleteSemoga Bufhe dan Pakdhe, selalu sehat lancar pekerjaannya, dimudahkan segala urusannya. Aamiin Yaa Robbal'alamiin π€²π
ππππππππ
ReplyDeleteAlhamdulillah ππ
Cerbung AaAaeS_16
sampun tayang.
Matur nuwun Bu, doaku
semoga Bu Tien selalu
sehat, tetap smangats
berkarya & dlm lindungan
Allah SWT.AamiinYRA. ππ¦
ππππππππ
Alhamdulillah AKU ANAK SIAPA~16 sudah hadir.
ReplyDeleteMaturnuwun Bu Tien.π
Semoga tetap sehat dan bahagia senantiasa bersama keluarga, serta selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
Aamiin YRA.π€²
Alhamdulilah, cerbung kesayangan sampun tayang... maturnuwun bu Tien... semoga ibu sekeluarga sll sehat.. bahagia dan penuh berkah... salam swroja dan aduhai aduhai bun ❤️❤️❤️
ReplyDeleteAlhamdulillah mksh Bu Tien smg sekeluarga sehat selalu
ReplyDeleteAlhamdulillah Aku Anak Siapa epst.16 sdh bu Tien terbitkan. Terima kasih bu Tien. Salam Kejora Pagi....ADUHAI...HAI.
ReplyDeleteAlhamdulillah tayang gasik, maturnuwun Bu Tien semoga ibu tetap sehat semangat dan bahagia bersama keluarga tercinta ❤️ππ
ReplyDeleteAlhamdulillah AKU ANAK SIAPA(AAS),16 telah tayang, terima kasih bu Tien, semoga Allah senatiasa meridhoi kita semua, aamiin yra.
ReplyDeleteMatur nuwun, Bu Tien. Sehat selalu nggih
ReplyDeleteπ·Alhamdulillah. ~ AKU ANAK SIAPA 16 ~ Sudah tayang ππ Maturnuwun Bunda semoga selalu Sehat Wal afiat bersama Pak Tom dan Amancu .Aamiinπ€²π⚘π·
ReplyDeleteAlhamdulillah,terima kasih bunda Tien cerbung AAS nya tambah bikin penasaran .
ReplyDeleteYaa Allah berikan kesehatan,keberkahan kepada bunda Tien dan keluarga nya π€²π€²