AKU ANAK SIAPA 04
(Tien Kumalasari)
Rosa menatapnya terus, dengan hati penuh dendam dan amarah yang tiba-tiba membakar seluruh aliran darahnya. Nyaris mendidih.
“Gara-gara kamu aku menjadi seperti ini. Kamu merebut bahagiaku, merebut mimpi-mimpiku, dan dengar Senja, perempuan udik yang sok jadi orang kaya, aku tak akan pernah membiarkan kamu hidup dalam ketenteraman, aku akan membalasnya, kamu harus merasakan sakit yang sama seperti yang pernah aku rasakan. Bahkan lebih.”
Wanita itu Senja, sedang mengantarkan anaknya membeli buku pelajaran sekolahnya. Tak lama kemudian seseorang lagi turun dari dalam mobil. Dia adalah Arka. Mata Rosa berkilat.
Ya, tak lama setelah lamaran yang mengejutkannya, Arka langsung minta agar segera dinikahkan. Mana bisa Senja menolak … sementara hatinya juga sudah terpaut pada direktur muda itu.
Percintaan yang kelihatannya sangat singkat untuk kemudian melangkah ke pernikahan, Rosa sudah mengetahui gelagatnya sejak lama. Karena itulah ia berusaha menghancurkan kehidupan Senja. Tapi nasib berkata lain, dialah yang akhirnya mendekam dalam penjara selama bertahun-tahun.
“Jadi akhirnya mereka menikah, dan punya anak?”
"Perempuan laknat itu tidak bisa dibiarkan hidup bahagia, tunggu saja aku akan melampiaskan pembalasanku,” geramnya sambil terus mengawasi mereka sebelum ketiganya masuk ke dalam toko.
Rosa menyeringai, ia harus segera pergi dari sana sebelum mereka mengetahui keberadaannya.
***
“Sudahkah beli bukunya?” tanya Arka kepada Satria, anaknya.
“Sebentar Pak, aku belum menemukan gambar Spiderman yang besar.”
“Kamu sudah beli banyak buku, dan ingat, tetap tidak boleh membaca buku-buku itu sebelum selesai belajar.”
“Iya, Satria janji.”
“Di sana ada, ayo kita beli satu lagi. Bapak harus segera kembali ke kantor," kata Senja.
Mereka sudah selesai memenuhi permintaan Satria, lalu Arka mengajaknya keluar.
“Kamu jadi mau ke rumah Simbok?”
“Iya, sudah lama kita tidak ke sana. Mumpung Satria pulang pagi.”
“Baiklah, aku antar ke sana, nanti sorenya baru aku jemput ya.”
“Horee, ke rumah nenek,” sorak Satria ketika mendengar sang ayah mau mengantar mereka ke rumah mbok Mangun, neneknya.
***
Salah satu dari sederet rumah di perumahan itu, tampak tumpukan beras dan sembako di depan, yang dibangun menyerupai sebuah toko kecil. Setelah Senja menikah, Arka tidak mengijinkan mertuanya menggendong beras dan berjalan mengitari setiap kampung untuk menjajakan berasnya. Arka membuat rumah itu, rumah yang dulu hampir menjadi milik Tantrina, menjadi sebuah bangunan dengan tatanan seperti sebuah toko. Mbok Mangun menjual beras dan sembako yang ditunggui di rumah itu. Ia tak perlu pergi ke mana-mana, karena di perumahan baru itu hanya toko sembako mbok Mangun yang ada.
Rimba sudah hampir lulus SMA. Ia tumbuh menjadi seorang pemuda yang ganteng dan menawan. Ia membantu melayani pembeli setiap pulang dari sekolah, sehingga meringankan tugas simboknya.
Di depan rumah itu terbentang tulisan besar, ‘WARUNG SEMBAKO MBOK MANGUN’’. Mbok Mangun tidak malu orang-orang menyebutnya simbok, karena dia sejak awal dipanggil simbok. Bahkan anak-anaknya masih tetap memanggil simbok. Tak ada yang berubah, kecuali kehidupannya yang membaik. Mbok Mangun tetap baik kepada sesama, selalu ramah melayani pembeli, dan karenanya ia disukai para tetangganya.
Ketika sebuah mobil berhenti di depan warungnya, mbok Mangun bergegas keluar. Ia sudah hafal mobil menantunya. Sangat gembira ketika Satria turun lebih dulu lalu memeluk neneknya.
“Nenek … “
“Satria, cucu kesayangan nenek. Nenek kangen sekali.”
“Gendong,” rengek Satria.
“Eeit, Satria tidak boleh lagi minta gendong nenek,” teriak sang ayah yang turun setelah Senja.
“Iya, Satria hanya bercanda kok,” kata Satria yang membuat neneknya terkekeh.
“Dulu waktu kamu masih kecil, nenek suka gendong kamu ke mana-mana, tapi sekarang kamu sudah besar, sudah kelas satu, mana kuat nenek gendong kamu.”
“Aku mau coklat Nek,” kata Satria yang langsung berlari ke dalam. Ia tahu di mana ada toples berisi coklat dagangan neneknya.
“Ayo masuklah,” kata mbok Mangun mempersilakan anak dan menantunya.
“Terima kasih Mbok, tapi saya harus kembali ke kantor, nanti sore sepulang kantor baru saya jemput Satria dan ibunya.”
“Oh, begitu. Baiklah. Hati-hati di jalan.”
Arka mencium tangan ibu mertuanya, kemudian berlalu.
Senja masuk ke dalam, dan melihat Satria sudah mengulum coklat yang baru saja diambilnya.
“Satria, mengapa mengambil coklat tidak bilang dulu sama nenek?”
“Iya, Satria lupa. Nenek, Satria minta coklatnya ya,” kata Satria dengan mulut penuh coklat.
“Iya sayang, ambil saja sesuka Satria.”
“Tidak boleh banyak-banyak, nanti habis dagangan nenek,” kata Senja.
“Tidak apa-apa, nanti nenek beli lagi. Ayo masuklah, nanti makan siang di sini kan, Simbok masak sayur lodeh dan bandeng presto goreng.”
“Wah, enak sekali.”
“Pesanan Rimba sebelum berangkat ke sekolah tadi.”
“Satria juga suka bandeng presto,” teriak Satria.
“Bagus sekali Satria, nanti makan bareng-bareng ya.”
“Nanti saja menunggu Rimba pulang Mbok, kami tadi sudah makan bakso sebelum kemari.”
“Ya sudah, ayo duduk saja di depan, takutnya ada pembeli lalu Simbok tidak tahu."
***
Bu Daryono sedang duduk di sebuah warung buah. Bibik memilih buah kesukaan tuan dan nyonya majikannya, sementara bu Daryono menikmati jus alpukat yang dijual di situ. Udara sangat panas, dan bu Daryono agak kecapekan ketika mengikuti Bibik belanja.
“Bik, kalau sudah selesai, duduk dulu di sini. Kamu juga pasti haus.”
“Iya Nyonya, gampang, nanti saya pesan sendiri.”
“Ini sudah aku pesankan. Jus alpukat, kamu suka kan?”
“Oh, baiklah Nyonya, terima kasih.”
Bibik masih terus memilih, lalu penjual segera menimbang dan memasukkannya ke dalam plastik keresek yang sudah disediakan.
“Bibik duduk dulu. Panas sekali, pasti Bibik juga haus.”
“Benar Nyonya. Apakah Nyonya tidak capek? Tadi kan belanja banyak sekali.”
“Tidak, kita kan bawa mobil dan supir, jadi tidak membawa belanjaan yang berat-berat ke mana-mana.”
“Benar Nyonya, untunglah pak sopir membantu memasukkannya ke dalam mobil. Saya khawatir Nyonya capek, karena kita belanja banyak.”
“Belanja bulanan pastinya banyak Bik. Ayo cepat diminum jusnya. Kamu duduk di sini, jangan jauh-jauh dari aku.”
Bibik mendekat, dan terbungkuk-bungkuk ketika harus duduk di depan nyonya majikan.
“Nyonya setiap saya belanja selalu ikut, karena berharap ketemu perempuan yang mirip non Rosa itu kan?”
“Iya Bik, bukankah kamu melihatnya di daerah pasar sini?”
“Iya Nyonya, agak di sebelah sana. Tapi saya kira bukan. Saya hanya berkhayal.”
“Siapa tahu itu benar.”
“Apa yang akan Nyonya lakukan kalau pada suatu waktu ketemu non Rosa? Mengajaknya pulang?”
“Entahlah, aku sebenarnya masih bingung. Kalau benar bertemu dia, aku lihat dulu sikapnya bagaimana, apakah dia berharap kembali, atau pergi. Barangkali juga aku harus bertanya kepada Tuan, apakah dia mau menerima kembali.”
Bibik menyedot lagi jusnya yang tinggal separo, ketika tiba-tiba ia melihat seseorang, lalu ia berlari keluar.
“Kalau itu benar, pakaiannya sudah berubah bersih. Non Rosa!”
Bu Daryono meletakkan gelasnya, ikut memburu keluar.
“Mana Bik?”
“Tadi lewat sini, kok tidak ada?”
***
Besok lagi ya.
Alhamdulillah....
ReplyDeleteNuwun mas Kakek
DeleteAlhamdulillah
ReplyDeleteNuwun jeng In
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteππ΅ππ΅ππ΅ππ΅
ReplyDeleteAlhamdulillah ππ
Cerbung AaAaeS_04
sampun tayang.
Matur nuwun Bu, doaku
semoga Bu Tien selalu
sehat, tetap smangats
berkarya & dlm lindungan
Allah SWT.AamiinYRA. ππ¦
ππ΅ππ΅ππ΅ππ΅
Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun jeng Sari
DeleteAlhamdulillah udah tayang mksh bunda Tien
ReplyDeleteSami2 jeng
DeleteMatur nuwun mbak Tien-ku AKU ANAK SIAPA telah tayang.
ReplyDeleteSemoga mbak Tien selalu sehat bersama keluarga, aamiin.
Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun pak Latief
DeleteMatur Nuwun bunda Tien, salam sehat dan barokalloh aamiin
ReplyDeleteAamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Yulian
DeleteAlhamdulillah "AKU ANAK SIAPA 04" sdh tayang. Matur nuwun Bu Tien, mugi Ibu & kelg.tansah pinaringan sehat π€²
ReplyDeleteSugeng dalu π
Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun pak Sis
DeleteSugeng dalu
Trmksh mb Tienπ
ReplyDeleteSami2 Yangtie
DeleteAlhamdulilah maturnuwun bu Tien, semoga ibu sehat dan sll flm linfingan Allah SWT...salam seroja dan aduhai aduhai bun ❤️❤️❤️
ReplyDeleteAamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Sri
DeleteAduhai aduhai
Alhamdulillah
ReplyDeleteSyukron nggih MbaknTien❤️❤️❤️❤️❤️πΉπΉπΉπΉπΉ
Sami2 ibu Susi
DeleteAlhamdulilah.
ReplyDeleteTerimakasih Bunda. Semoga sehat walafiat beserta keluarga.
Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun bapak Endang
DeleteAlhamdulillah mtrnwn Bu Tien smg sekeluarga sll sehat
ReplyDeleteAamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Ida
DeleteAlhamdulillah sudah tayang
ReplyDeleteTerima kasih bunda
Semoga bunda sekeluarga sehat walafiat
Salam aduhai hai hai
Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Endah
DeleteAduhai hai hai
Alhamdulillah ... Matur nuwun bu Tie cerbungnya, mugi² ibu tansah pinaringan sehat, berbahagia bersama keluarga tercinta.
ReplyDeleteAamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun pak Suroto
DeleteAlhamdulillah, maturnuwun Bu Tien semoga ibu tetap sehat semangat dan bahagia bersama keluarga tercinta ❤️ππ
ReplyDeleteAamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Tatik
DeleteAlhamdulillah cerbung yg ditunggu sdh tayang mksh Bu Tien smg sekeluarga sehat selalu
ReplyDeleteAamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Ida
DeleteAlhamdulillah AKU ANAK SIAPA(AAS),04 telah tayang, terima kasih bu Tien, semoga Allah senatiasa meridhoi kita semua, aamiin yra.
ReplyDeleteAamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Uchu
DeleteMks bun AAS 04 sdh hadir.......selamat malam bunda, jaga kesehatan
ReplyDeleteTerima kasih perhatiannya
Deleteπ·Alhamdulillah. ~ AKU ANAK SIAPA 04 ~ Sudah tayang ππ Maturnuwun Bunda semoga selalu Sehat Wal afiat bersama Pak Tom dan Amancu .Aamiinπ€²π⚘π·
ReplyDeleteAamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun pak Herry
DeleteAlhamdulillah AKU ANAK SIAPA~04 sudah hadir.
ReplyDeleteMaturnuwun Bu Tien.π
Semoga tetap sehat dan bahagia senantiasa bersama keluarga, serta selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
Aamiin YRA.π€²
Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun pak Djodhi
DeleteAlhamdulillah...
ReplyDeleteNuwun Kang
DeleteAlhamdulillah
ReplyDeleteBingung dengan umur Rosa...kalau dia hampir 40 tahun, apakah Arka sebaya dengannya? Selisih usia jauh dengan Senja ya...π
ReplyDeleteTerima kasig, ibu Tien...sehat2 selalu.ππ»πΉ