Saturday, August 1, 2026

AKU ANAK SIAPA 01

 AKU ANAK SIAPA  01

(Tien Kumalasari)

 

Seorang perempuan berjalan tertatih di jalan raya. Wajah yang aslinya cantik tampak kumuh berdebu. Bajunya yang kucel dan usang menyembunyikan sesuatu yang indah dipandang sebelumnya.

Di depan sebuah warung dia berhenti.

“Bolehkah saya minta makan? Sedikit tidak apa-apa, saya lapar,” katanya memelas.

“Hei, agak jauh sana, tubuhmu bau. Nanti pelangganku kabur semua,” hardik seorang perempuan gemuk dari dalam warung. Tampaknya dia pemilik warung itu.

Perempuan kumuh itu mundur, lalu berjalan menjauh dengan lunglai.

Di sebuah warung yang lain, dia masuk, lalu seseorang berteriak.

“Maliiiing.”

Perempuan itu lari, orang-orang mengejarnya. Ia tersandung batu dan jatuh tertelungkup. Beberapa orang memukulinya. Perempuan itu ambruk tak sadarkan diri. Sepotong roti masih ada di dalam genggamannya.

Lalu ada suara laki-laki berteriak.

“Heii, hentikan!”

Laki-laki itu mendekat, sudah setengah tua. Ia mengenakan seragam satpam. Rupanya ia bertugas di sebuah toko pakaian yang ada di dekat tempat itu. Rasa iba menyeruak. Ia menatap orang-orang yang masih memandangi perempuan itu dengan marah.

“Apa kalian masih manusia? Dia itu pingsan, hampir mati, dan kalian masih memukulinya?”

“Dia mencuri di warung saya Pak. Kalau dibiarkan dia akan terbiasa mencuri,” kata si pemilik warung.

“Berapa harga makanan yang diambilnya?” tanyanya sambil melirik ke arah tangan perempuan yang masih menggenggam sepotong roti. 

Ia bergerak perlahan, berusaha duduk. Wajahnya matang biru.

“Sepuluh ribu rupiah Pak.”

“Ini, aku bayar roti sampeyan, dan bubar semuanya.”

Pemilik warung menerima selembar puluhan ribu kemudian berbalik. Sudah dibayar tapi dia masih mengomel panjang pendek.

Perempuan itu terisak.

“Saya … lapar,” lirihnya.

“Baiklah, makan roti itu dulu, duduklah disana,” kata laki-laki itu sambil menuntunnya ke tempat sepi. 

Ada bangku kosong di bawah sebuah pohon. Bangku milik tukang warung es yang tidak dipakai. Mungkin libur berjualan.

Laki-laki itu meninggalkan perempuan yang kemudian melahap rotinya. Ia tampak sangat lapar.

Tak lama kemudian ia datang, lalu memberikan sebungkus nasi dan sebotol minuman.

“Kamu pasti masih lapar. Ini makanan, dan minuman. Habiskan ya.”

“Terima … kasih.”

“Namamu siapa?”

“Rosa …,” jawabnya lirih.

“Rumahmu di mana?”

Rosa menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Tidak punya rumah?”

Rosa kembali menggeleng.

“Nanti kalau jam tugasku selesai, kamu ikut aku ke rumah ya.”

Rosa tak menjawab. Dia sedang membuka botol minuman, lalu meneguknya hampir separo. Ia meletakkan botolnya, kemudian membuka bungkusan nasi.

Terharu pak satpam ketika melihat cara Rosa makan. Kelihatan sekali dia sangat lapar.

“Duduk dulu di sini, tunggu aku selesai bertugas. Di sana ada kamar mandi untuk umum. Cuci mukamu, dan bersihkan badanmu. Setelah itu duduk saja di sini dan tunggu aku."

Rosa lagi-lagi mengangguk, dan pak satpam yang baik hati itu berlalu untuk menghabiskan waktu tugasnya.

***

Rosa ngelesot di tanah. Ia tertidur dengan sebelah tangan ditekuk, dipergunakannya sebagai bantal. Udara panas tak dihiraukannya. Ia sudah kenyang kemudian merasa mengantuk. Semilir angin dari pepohonan membuat ia segera terlelap. Tak seorangpun menoleh ka arahnya. Mereka menganggapnya seorang gelandangan yang tertidur karena kelelahan.

***

Perempuan itu memang Rosa. Rosana, anak angkat pengusaha kaya yang baru saja keluar dari penjara setelah melakukan kejahatan.

Ia tak mau kembali ke rumah orang tua angkatnya, setelah mereka tak mau lagi mengakuinya sebagai anak angkat.

Karena itulah ia tak mau lagi menginjakkan kakinya ke rumah itu. Tapi hal yang sangat ingin diketahuinya adalah, anak siapa sebenarnya dirinya ini.

Di catatan ayah angkatnya ia hanya melihat sekilas, bahwa dia dipungut dari sebuah panti asuhan. Ia tidak lupa nama panti itu. Panti Asuhan Rasa Sayang, alamatnya sudah dia catat dalam hati. Ia mau ke sana, tapi ia tak memiliki sepeserpun uang untuk pergi menemukan tempat itu. Makanpun ia harus menahannya selama entah berapa lama, sampai ada belas kasihan orang untuk memberinya makan. Yang terakhir karena tak ada lagi yang dia makan sementara dia sudah kelaparan, maka ia masuk ke sebuah warung lalu mengambil sepotong roti yang dijual. Itu sebabnya dia diteriaki maling lalu dipukulin orang beramai-ramai.

Beruntung ada bapak satpam yang baik hati, yang membelanya lalu memberi dia makan, bahkan akan mengajaknya pulang. Apa satpam itu tak punya keluarga? Mengapa begitu baik dia kepada dirinya yang belum pernah dikenal sebelum itu?

***

Hari sudah sore ketika pak satpam yang belum diketahui namanya itu membangunkannya dari tidur yang lelap.

“Masih mau tidur,” Rosa menggeliat, lalu duduk tiba-tiba.

“Mau ikut aku pulang?” katanya sambil memberikan sebuah bungkusan.

“Ini … apa?”

“Baju ganti. Bajumu lusuh. Hanya tiga, tapi baju murahan.”

“Ini sangat luar biasa, terima kasih banyak.”

“Mau ikut ke rumah aku?” ulang pak satpam.

“Apa boleh?”

“Aku tinggal sendirian. Tidak punya anak, tidak punya istri. Entah mengapa ketika melihat kamu, aku jadi merasa iba dan ingin menolong. Tapi aku tidak memaksa, aku hanya berniat baik.”

“Saya mau.”

Laki-laki setengah tua itu tersenyum. Ia menghampiri sepeda motornya, lalu meminta Rosa agar duduk di boncengan.

Tak ada pilihan lain bagi Rosa. Kalau benar pak satpam tulus menolong, dia akan tinggal di rumahnya, tidak kehujanan, tidak kepanasan, dan yang penting tidak kelaparan.

***

Rumah itu kecil. Hanya ada dua kamar, ada ruang untuk bersantai, ada televisi kecil, ada dapur dan kamar mandi didekatnya. Hanya rumah sederhana, tapi Rosa merasa nyaman, daripada hidup diluaran yang tak tentu di mana dia bisa tidur, daripada hidup di penjara juga pastinya.

"Ini boleh kamu jadikan kamar kamu, tapi kamu harus membersihkannya terlebih dulu. Ada kasurnya walau tipis. Almari kecil untuk tempat baju atau apa," kata pak satpam.

"Di situ dapur, di sana kamar mandi. Sepertinya kamu harus mandi, ada sikat gigi dan sabun untuk  kamu pakai. Masih baru, dan taruh di tempat lain, tidak jadi satu dengan punyaku," lanjutnya.

"Aku hidup sendirian setelah istriku meninggal karena suatu penyakit. Aku selamanya hidup sederhana. Yang penting bisa makan cukup dan berpakaian pantas. Apa kamu suka?”

“Saya sangat berterima kasih karena Bapak telah menolong saya," kata Rosa.

“Sebenarnya di mana orang tua kamu?”

Rosa tak mau menceritakan yang sebenarnya. Bahwa dia pernah menjadi anak angkat orang kaya, bahwa dia pernah melakukan kejahatan dan dipenjara, tidak. Semuanya hanya akan disimpan untuk dirinya sendiri.

Surat-surat yang diberikan oleh kepala penjara tentang kebebasannya, sudah dibuangnya jauh-jauh setelah dirobek-robeknya menjadi serpihan kecil, seperti hidupnya yang berujud serpihan nyawa yang entah ke mana angin akan membawanya.

“Kamu tidak mau menjawab pertanyaanku?” ulang pak satpam ketika mereka sudah mandi bersih, dan pak satpam menyediakan minuman hangat untuk mereka.

“Maafkan saya Pak.”

“Panggil saya pak Gatot.”

“Oh, iya pak Gatot. Saya tidak ingin mengingat masa lalu saya. Saya diusir oleh orang tua saya. Mereka sangat miskin. Saya harus mencari makan sendiri.”

“Mengapa kamu tidak dinikahkan saja dengan seseorang yang bisa menghidupi kamu?”

“Tidak ada yang mau menikahi anak orang miskin.”

“Benarkah?”

Rosa terdiam, dan pak Gatot merasa bahwa Rosa tidak mau atau belum mau bercerita tentang siapa dirinya.

“Baiklah, aku tidak memaksa. Tapi orang hidup itu kan harus punya tujuan. Apa sebenarnya yang kamu inginkan dalam hidup ini?” kata pak Gatot.

Apa yang dia inginkan? Tadinya dia sudah akan mendapat tugas mengurus usaha orang tua angkatnya di luar negri, tapi gagal karena kelakuan busuknya. Ia selalu bergelimang harta, kemana-mana naik mobil, makan enak, tidur nyenyak di kamar indah dan tempat tidur yang nyaman. Sekarang ini ia hanya ingin mencari, siapa orang tuanya, dan di mana mereka berada.

***

Besok lagi ya.

 

21 comments:

  1. Alhamdulillah Aku Anak Siapa episode_01 sudah tayang.
    Matur nuwun Dhe, iki lanjutan Namaku Tetap Senja yang sdh TAMAT hari Rabu, 29 Juli 2026 yll.
    Semoga terbuka siapa sebenarnya orang tua Rosa.

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah.. Episode baru sdh tayang

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah cerbung AAS sudah tayang. ,terima kasih bunda Tien.
    Semoga bunda Tien dan keluarga sehat 🀲

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah AKU ANAK SIAPA~01 sudah hadir.
    Maturnuwun Bu Tien.πŸ™
    Semoga tetap sehat dan bahagia senantiasa bersama keluarga, serta selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
    Aamiin YRA.🀲

    ReplyDelete
  5. Alhamdulilah, maturnuwun bu Tien ... salam seroja dan aduhai aduhai bun ❤️❤️❤️

    ReplyDelete
  6. 🌷Alhamdulillah. ~ AKU ANAK SIAPA 01 ~ Sudah tayang πŸ‘πŸ’ Maturnuwun Bunda semoga selalu Sehat Wal afiat bersama Pak Tom dan Amancu .AamiinπŸ€²πŸ™⚘🌷

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah cerbung baru dah tayang
    Terima kasih bunda Tien
    Semoga bunda sehat walafiat
    Salam aduhai hai hai

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah,cerbung baru telah mulai, ada sambungan dari NTS, dpt kah Rosa menjadi orang baik?....rahasia penulis😊 maturnuwun Bu Tien semoga ibu tetap sehat semangat dan bahagia bersama keluarga tercinta ❤️πŸ™πŸ™

    ReplyDelete
  9. πŸŒ·πŸƒπŸŒ·πŸƒπŸŒ·πŸƒπŸŒ·πŸƒ
    Alhamdulillah πŸ’πŸ¦‹
    Cerbung baru "Aku Anak
    Siapa" sdh hadir.
    Matur nuwun sanget.
    Semoga Bu Tien dan
    keluarga sehat terus,
    banyak berkah dan
    dlm lindungan Allah SWT.
    Aamiin🀲.Salam seroja ❤️
    πŸŒ·πŸƒπŸŒ·πŸƒπŸŒ·πŸƒπŸŒ·πŸƒ

    ReplyDelete
  10. Matur nuwun mbak Tien-ku AKU ANAK SIAPA telah tayang perdana.
    Semoga mbak Tien selalu sehat bersama keluarga, aamiin.

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah cerbung baru sdh tayang mksh Bu Tien smg sekeluarga sehat selalu

    ReplyDelete

  12. Alhamdullilah
    Matur nuwun bu Tien.
    Cerbung *AKU ANAK SIAPA 01*
    sudah hadir...
    Semoga selalu sehat dan bahagia
    bersama keluarga
    Aamiin...



    ReplyDelete
  13. Alhamdulilah
    Terimakasih Bunda.
    Semoga sehat slalu beserta keluarga.

    ReplyDelete
  14. Alhamdulillah cerbung baru sdh hadir.....mks bun, selamat mlm smg bunda seklrg sehat² selalu

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillah,,,sudah tayang cerbung baru.
    Sehat wal afiat selamanya bunda...aamiin.

    ReplyDelete
  16. Alhamdulillah AKU ANAK SIAPA(AAS),01 telah tayang, terima kasih bu Tien, semoga Allah senatiasa meridhoi kita semua, aamiin yra.

    ReplyDelete
  17. Alhamdulilah..mksih bunda cerbung perdananya..slmt mlm dan slm ist4ht..slm s34oja unk bundaπŸ™πŸ₯°πŸŒΉ❤️

    ReplyDelete
  18. Rosa kan hamil ya bund tien Kumalasari?

    ReplyDelete
  19. Alhamdulillah..
    Terimakasih bunda Tien..sehat selalu

    ReplyDelete

AKU ANAK SIAPA 01

  AKU ANAK SIAPA  01 (Tien Kumalasari)   Seorang perempuan berjalan tertatih di jalan raya. Wajah yang aslinya cantik tampak kumuh berdebu. ...