Saturday, July 18, 2026

NAMAKU TETAP SENJA 52

 NAMAKU TETAP SENJA  52

(Tien Kumalasari)

 

Senja  merasa tidak enak. Di salon itu hanya ada karyawan tukang pijat, dan dirinya yang bantu-bantu bu Mery memotong dan membersihkan muka pelanggan. Kalau tukang pijit tidak masuk, lalu bu Mery mengatakan ada yang akan menggantikannya, apakah yang dimaksud adalah dirinya?

Senja berdebar. Ia ingin pamit sekarang juga, tapi bu Mery sendirian. Masih ada nurani untuk membantu, tapi pekerjaan memijit itu ia tak sudi melakukannya.

Dilihatnya bu Mery mempersilakan pelanggan laki-laki yang dipanggilnya pak Felix, ke kamar pijit. Senja mencari kesempatan untuk pamit, tapi bu Mery mendekatinya.

“Senja, kamu kan mau pamit hari ini,” kata bu Mery lembut.

Senja senang bu Mery memperhatikan permintaannya.

“”Iya Bu, maafkan saya.”

“Tapi kamu kan tahu bahwa aku sedang sendiri. Masa iya kamu tega membiarkannya. Lihat, ada pelanggan lain datang. Biasanya dia potong rambut dan cuci muka.”

Hati Senja terasa miris. Kok ada ‘tapinya’? Lalu masalah tega itu, membuatnya bingung.

“Senja, tolonglah, ini yang terakhir kali kamu membantu aku, layani sebentar pak Felix, dia uangnya banyak. Kalau kamu bisa menyenangkannya, dia pasti akan memberi kamu uang banyak.”

“Saya tidak mau uang Bu, saya keberatan melakukannya.”

“Senja, aku minta tolong. Ini yang terakhir.”

Kali itu suara bu Mery tegas dan tandas. Ia berkata-kata sambil menarik lengannya, dipaksanya masuk ke dalam kamar.

“Bu, saya tidak bisa.”

“Tolong Senja, ini yang terakhir. Setelah itu aku berikan gaji kamu penuh sebulan walau baru beberapa hari bekerja di sini.”

“Saya tidak mau uang, biarlah tidak dibayar,” kata Senja meronta, tapi tangan bu Mery sangat kuat. Ia terus menarik Senja ke dalam, lalu mengunci pintunya dari luar.

Tiba-tiba Senja merasa bahwa dia terpedaya.

***

Bu Mery mendekati pelanggan yang baru datang, yang memang benar ingin memotong rambut.

“Saya ingin model yang lain bu Mery, biar kelihatan awet muda.”

“Tentu Mbak, silakan memilih, model yang mana yang Mbak pilih, ini gambar-gambarnya.”

Bu Mery menjauh dari pelanggannya, karena ponselnya berdering.

“Mery, dia sudah datang?” suara dari seberang.

“Sudah.”

“Dia mau melayaninya?”

“Semula tidak mau. Hari ini sebenarnya dia minta resign. Tapi aku memaksanya untuk melayani pak Felix dulu.”

“Dia mau?”

“Tidak, harus dipaksa.”

“Sekarang di mana mereka?”

“Ya di kamar, aku sudah menguncinya. Segera kamu transfer uangnya. Seperti yang aku minta, jangan kurang.”

“Hari ini?”

“Hari ini, aku masih banyak kebutuhan. Suami Tantrina belum memberikan yang Tantrina minta.”

“Baiklah, dalam seperempat jam aku akan mentransfer uangnya.”

“Kelamaan.”

“Aku harus ke bank, m-bankingku agak rewel, nggak tahu kenapa.”

“Segera, aku tunggu. Kalau tidak aku akan membeberkan semua kelakuan kamu.”

“Ya ampun, pakai ngancam sih Mer?”

“Kamu sudah berjanji, harus kamu tepati.”

“Iya … iya, tenang saja.”

Penelpon itu menutup pembicaraan itu. Bu Mery menghampiri pelanggannya kembali.

“Bagaimana Mbak, sudah menemukan modelnya?”

“Sudah … yang ini ya. Kira-kira bagus nggak untuk aku?”

“O, sangat pas Mbak, sesuai dengan wajah Mbak yang oval. Akan saya mulai sekarang ya.”

Baru beberapa saat bu Mery memotong rambut pelanggannya, tiba-tiba terdengar suara gaduh. Pintu yang tadi dikunci digedor dari dalam. Keras sekali. Bu Mery menoleh, pintu itu sampai bergoyang-goyang. Si pelanggan terkejut.

“Ada apa itu Bu, gaduh sekali.”

Pintu itu terus digedor. Semakin kuat. Kalau dibiarkan sebentar saja, barangkali pintu itu benar-benar akan jebol.

“Bu, mengapa itu, kenapa tidak dibuka dulu, kelihatannya ada teriakan di dalam," kata pelangggan yang rambutnya baru dipotong separo.

Bu Mery sebenarnya bukan pelaku kajahatan, ia hanya mata duitan. Gedoran di pintu membuatnya takut. Ia terpaksa meninggalkan pelanggan, kemudian membukanya. Di tengah pintu, ia melihat Senja berdiri dengan wajah murka.

“Ternyata Ibu menjerumuskan saya,” katanya sambil mendorong bu Mery ke samping.

Lalu ia berlari keluar, mengambil tas kecilnya di dekat pintu, kemudian menghampiri sepedanya dan kabur.

Bu Mery terpana, tak sempat mencegahnya. Di dalam kamar, seorang laki-laki tersungkur di lantai, kepalanya bersimbah darah. Sebuah kursi alumunium tergeletak di dekatnya.

Pelanggan yang tadi ditinggalkan ingin tahu apa yang terjadi di kamar sana. Bu Mery berdiri mematung, sambil menuding-nuding, mulutnya kelu, tak mampu berkata-kata.

Pelanggan itulah yang kemudian berteriak.

“Ya ampuun, ada pembunuhan. Gadis itu pelakunya, ada apa ya? Harus lapor polisi Bu. Harus.”

“To … tolong … tolong …  tolonglah …”

Pelanggan itu segera mengambil ponselnya, dan melapor ke polisi. Tapi ia juga tak mau terlibat, ia segera pergi dengan sepeda motor, lupa kalau rambutnya baru dipotong separo.

***

Bu Mery terduduk lemas, ia bingung harus melakukan apa. Diberanikannya ia mendekati sosok yang terbaring di lantai, tangan Felix bergerak-gerak. Bu Mery lega, ia masih hidup.

“Tolong … bawa … aku ke rumah sakit. Perempuan  … itu … perempuan itu ….”

Lalu ia kembali pingsan. Bu Mery lari ke depan, ia akan menelpon Tantrina, tapi tiba-tiba ponselnya berdering. Dari Rosa.

“Mery, uangnya sudah aku transfer. Lebih cepat dari yang aku katakan kan?”

“Rosa, kamu gila. Senja hampir membunuh Felix.”

“Apa?”

“Felix pingsan, kepalanya bersimbah darah.”

“Senja mana? Lapor polisi. Awas, jangan melibatkan aku. Aku sudah memberi kamu uang. Dasar bodoh. Bagaimana bisa terjadi?”

Lalu Rosa menutup ponselnya begitu saja.

“Aduuh, mana polisi … mana polisi …. lama sekali, bagaimana kalau keburu mati?”

Diliputi ketakutan, ia lupa pada uang yang sudah diterimanya.

***

Senja terengah-engah. Ia memacu sepedanya sekuat tenaga. Peluh sudah membuat tubuhnya basah kuyup. Ia tak memperhatikannya. Kejadian yang baru saja dialami membuatnya sangat ketakutan. Tadi dia sudah mengatakan bahwa tak mau, tapi bu Mery memaksanya. Paksaan itu membuatnya merasa bahwa bu Mery akan mencelakakannya. Tadi ... di atas ranjang, seorang laki-laki sedang berbaring. Melihatnya masuk, ia menatap dengan tatapan menjijikkan.

“Cantik, ayo segera lakukan, aku lelah  sekali… " katanya sambil tangannya melambai ke arahnya.

Senja terpaku di depan pintu. Ia melihat ke sekeliling ruangan. Ia yakin laki-laki itu akan melakukan hal yang tak senonoh.

“Saya…  bukan tukang pijit, biarkan saya … pergi.”

Laki-laki itu tertawa. Giginya yang kecoklatan menambah rasa jijik di hati Senja.

“Sayang, aku tidak akan menyakiti kamu, ayo pijat, apakah aku harus melepas dulu pakaian aku agar pijitan kamu terasa nyaman?”

“Tidak, ja … jangan … “

Senja sudah pernah hampir diperkosa, waktu itu di kamar mandi, dan dia selamat setelah berhasil menyemprotkan cairan sabun atau entah apa, ke matanya. Sekarang ia juga merasa bahwa laki-laki itu pastilah laki-laki mesum yang sudah membayar bu Mery. Senja mundur mendekati pintu, mencoba membuka tapi terkunci dari luar. Laki-laki itu terbahak.

“Mana bisa kamu keluar, cantik. Kamu harus melakukan tugas kamu, atau … aku harus memaksa?”

Senja terkejut ketika laki-laki itu bangkit, lalu melangkah mendekatinya. Senja mundur, ada kursi tempat duduk yang barangkali biasanya dipakai duduk oleh tukang pijatnya. Ketika laki-laki itu mendekat, Senja mengayunkan kursi yang tidak begitu berat itu ke arah kepalanya. Laki-laki yang tidak mengira Senja akan melawan, jatuh tersungkur dengan kepala bersimbah darah.

***

Senja terus mengayuh sepedanya. Sangat kencang, menuju pulang.

***

Besok lagi ya.

40 comments:

  1. Matur nuwun mbak Tien NAMAKU TETAP SENJA telah tayang.
    Semoga mbak Tien selalu sehat bersama keluarga, aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun pak Latief

      Delete
  2. πŸ…πŸ₯πŸ…πŸ₯πŸ…πŸ₯πŸ…πŸ₯
    Alhamdulillah πŸ’πŸ¦‹
    Cerbung eNTeeS_52 sdh
    hadir. Matur nuwun sanget.
    Semoga Bu Tien dan
    keluarga sehat terus,
    banyak berkah dan
    dlm lindungan Allah SWT.
    Aamiin🀲.Salam seroja ❤️
    πŸ…πŸ₯πŸ…πŸ₯πŸ…πŸ₯πŸ…πŸ₯

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Sari

      Delete
  3. Alhamdulilah
    Terimakasih Bunda. Sehat sehat slalu.
    Bagus Senja. Aksi kamu . Aku dukung.... Mampus lah yg mau dipijit . Punya niat jahat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun bapak Endang

      Delete
  4. Alhamdulillah, telah tayang...
    Sehat wal afiat selamanya bunda...aamiin

    ReplyDelete
  5. Alhamdulilah , senja sdh hadir .. maturnuwun bu Tien,, semoga ibu sll sehat bahagia dan aduhai aduhai bun ❤️❤️❤️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Sri
      Aduhai aduhai

      Delete
  6. Alhamdulillah Senja selamat
    Syukron nggih Mbak Tien❤️❤️❤️❤️🌹🌹🌹🌹🌹

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah
    Terima kasih bunda Tien
    Semoga bunda sehat walafiat
    Salam aduhai hai hai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Endah
      Aduhai hai hai

      Delete
  8. Alhamdulillah NAMAKU TETAP SENJA,52 telah tayang, terima kasih bu Tien, semoga Allah senatiasa meridhoi kita semua, aamiin yra.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Uchu

      Delete
  9. Alhamdulillah cerbung NTS sudah tayang,
    Terima kasih bunda Tien,semoga bunda Tien dan keluarga selalu sehat 🀲🀲

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Sifa

      Delete
  10. Selamat malam bundaaaa.....mks senja nya bun ....semoga bunda sll sehat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Supriyati πŸ₯°

      Delete
  11. Alhamdulillah.... Sehat selamat dari laki2 hidung belang. Terimakasih bunda Tien, sehat selalu bunda Tien sekeluarga....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Komariyah

      Delete
  12. Matur nuwun Bunda Tien, barokalloh, sehat selalu ya Bunda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Yiulian

      Delete
  13. 🌷Alhamdulillah. ~ Namaku Tetap Senja 52 ~. Sudah tayang. Maturnuwun Bunda semoga selalu Sehat serta Bahagia bersama Pak Tom dan Amancu .AamiinπŸ€²πŸ™⚘🌷

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun pak Herry

      Delete
  14. Alhamdulillah,senja telah hadir, dengan kemampuan dan keberanianya senja melawan kejahatan, bagus senjaπŸ‘πŸ‘ maturnuwun Bu Tien semoga ibu tetap sehat dan bahagia bersama keluarga tercinta ❤️πŸ™

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Tatik

      Delete
  15. Alhamdullulah..teruma ksih bunda cerbungnya..slm seroja dan tetap aduhai dri skbumi πŸ™πŸ₯°πŸŒΉ❤️

    ReplyDelete
  16. Alhamdulillah..NTS sudah tayang.

    Deg2 an banget bacanyaa

    Sehat selalu Bunda Tien

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Reni

      Delete
    2. Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Swissti

      Delete
  17. Matur nuwun Bu Tien, selamat berakhir pekan dg keluarga tercinta....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Reni

      Delete
  18. Alhamdulillah cerbung yg ditunggu sdh tayang mksh Bu Tien smg sekeluarga sehat selalu dan diberi umur panjang yg barokah aamiin

    ReplyDelete

NAMAKU TETAP SENJA 52

  NAMAKU TETAP SENJA  52 (Tien Kumalasari)   Senja  merasa tidak enak. Di salon itu hanya ada karyawan tukang pijat , dan dirinya yang bantu...