Tuesday, June 23, 2026

NAMAKU TETAP SENJA 31

 NAMAKU TETAP SENJA  31

(Tien Kumalasari)

 

Senja menatapnya marah. Ia tak ingat siapa yang memanggilnya saat dia hampir masuk ke mobil Arka. Apakah dia orang yang berdiri di tengah pintu kamar mandi?

“Kamu menculik aku?”

Laki-laki itu menyeringai.

”Aku ingin berbuat baik untuk kamu.”

“Berbuat baik apa? Kamu membawaku ke tempat asing ini tanpa peduli kepada orang tuaku. Apa sebenarnya maksudmu? Aku bukan orang kaya seandainya kamu ingin mempergunakan aku sebagai senjata untuk memeras orang tuaku. Kalau kami naik mobil, itu karena ada orang baik yang membuat kami senang. Kamu akan mempergunakan aku untuk apa?”

“Namamu siapa, cah ayu.”

“Namaku Senja. Tidak usah berbasa basi, katakan saja apa maksudmu dengan membawaku kemari?”

“Aku akan membuat kamu hidup senang.”

“Apa maksudmu hidup senang? Aku tidak ingin hidup senang dengan cara yang tidak wajar. Biarkan aku pergi.”

“Pergi? Ya tidak mungkin aku biarkan kamu pergi, ada orang yang memberikan kesenangan untuk aku.. dan aku sudah membayarnya.”

“Siapa sebenarnya kamu? Siapa yang memberikan aku sehingga berada di depan kamu? Kita tidak pernah saling kenal, mengapa kamu menyusahkan hidupku?”

“O, tidak cantik, aku tidak akan menyusahkan hidup kamu, justru aku akan membuat kamu senang dan bahagia. Menurutlah.”

Tiba-tiba laki-laki itu mendekat. Senja mundur, dan kali ini hatinya terasa ciut. Laki-laki itu tinggi besar, tak mungkin dia bisa melawannya.

“Dengar Senja, aku sudah membayar mahal untuk mendapatkan kamu.”

Senja mundur, sampai tubuhnya merapat ke tembok. Di depannya ada sebuah bathup, dan peralatan mandi yang lengkap. Ia tak lagi bisa mundur, dan laki-laki itu semakin dekat.

Laki-laki itu menyeringai lagi. Senja yang tadinya bisa bicara lantang, sekarang tak bisa berkutik. Ia harus melawan, tapi dengan apa.

“Sekali ini saja, turutilah kemauanku. Atau, kamu ingin mandi dulu, biar bersih dan wangi. Masuklah ke dalam bathup. Akan aku guyurkan air hangat yang wangi ke tubuhmu. Maukah? Hahaa … kamu tampak seperti kelinci kecil yang ketakutan, apakah kamu ingin yang lain? Santai saja, aku akan mengajari kamu bagaimana bersenang-senang."

Senja merasa ingin muntah manakala menatap laki-laki yang tampaknya seperti serigala kelaparan. Senja hampir putus asa, ia berteriak keras tapi laki-laki itu mentertawakannya.

Tiba-tiba ia melihat sebuah botol plastik yang sepertinya sebuah semprotan. Ia tak tahu apa isinya. Tubuhnya bergerak sedikit.

“Senja, kamu tak akan bisa lari dariku, lebih baik kamu menyerah. Kalau kamu bisa menyenangkan aku, akan aku jadikan kamu istriku.”

“Ap…ppa?”

“Istriku, aku orang kaya. Ini rumahku, nanti bisa menjadi milik kamu. Apa kamu tidak suka?”

“Bb … baiklah,” katanya dengan bibir gemetar.

“Benarkah? Kelinci cantik, ayo kemari,  jangan takut, aku ini orang baik.”

Mendengar Senja tampaknya akan menurut, laki-laki itu merasa senang. Senja semakin gemetar, ia hanya pura-pura agar laki-laki itu tidak memaksanya, dan menganggap dia akan menurut.

“Jangan … terburu-buru … itu membuat aku takut….”

Laki-laki itu terbahak-bahak, dan Senja dengan sigap meraih semprotan yang ada di dekatnya, lalu menyemprotkannya ke wajah laki-laki itu. Dia menjerit karena penyemprot itu mengenai matanya. Ia bergulung-gulung di lantai, dan itu membuat Senja kemudian berhasil keluar dari kamar mandi. Ia membuka pintu yang tadinya terkunci dari dalam, tapi kuncinya masih tergantung. Di dalam kamar mandi terdengar teriakan, tapi Senja tak peduli. Ia berlari keluar, lalu terdengar suara berisik keras, rupanya laki-laki itu menabrak pintu. Senja terus keluar. Ia melihat sebuah tongkat penyangga tubuh, yang lalu diambilnya, barangkali akan berguna. Ia berlari keluar, dan merasa terkejut karena hari sudah gelap. Tapi begitu ia keluar dari pintu depan rumah, seseorang menghadangnya.

“Mau lari ke mana kamu?”

Senja terkejut. Ternyata ada penjaga di rumah itu. Ia memegang erat tongkat yang tadi dibawanya.

“Ayo kembali masuk.”

“Majikan kamu hampir mati.”

Laki-laki itu mendekati Senja, bermaksud menangkap tubuhnya, tapi Senja mengayunkan tongkat itu sekerasnya dan orang itu tersungkur.

“Jangan lari,” teriaknya sambil bangkit dan siap mengejar.

"Majikan kamu hampir mati,” teriak Senja sekenanya. 

Penjaga itu tiba-tiba mendengar teriakan dari dalam rumah.

“Tino …. tolong aku!”   

Penjaga berhenti dan bergegas ke dalam.

Senja keluar dari halaman. Cuaca sudah gelap. Senja terengah-engah sambil terus berlari. Ia tak tahu sedang berada di daerah mana. Kiri kanan jalan sepi. Rumah penduduk tak terlihat. Rupanya rumah di mana dia tadi disekap adalah satu-satunya rumah yang pastinya hanya untuk peristirahatan.

Kakinya sakit terkena batu-batu tajam, tapi ia tak peduli. Ia takut  penjaga itu masih mengejarnya. Ia tak peduli sedang berada di mana, yang penting ia harus kabur jangan sampai tertangkap. Di kiri jalan adalah tanah perkebunan dan persawahan.

Tiba-tiba ia melihat sebuah mobil menuju ke arahnya. Tapi Senja tak berani meminta tolong. Jangan-jangan pembawa mobil itu juga orang jahat yang hanya akan memanfaatkannya.

Senja turun ke dalam parit, lalu bersembunyi diantara tanaman jagung yang rimbun. Ia merasa lega mobil itu sudah melintas, lalu ia melanjutkan perjalanannya.

Kakinya terasa sakit, barangkali berdarah-darah, tapi ia terus melangkah. Tubuhnya sudah lemas, tapi ia tak mau berhenti.

“Kenapa jauh sekali jalan raya, sampai di mana aku ini?” keluhnya pilu.

***

Mobil yang melintas itu adalah mobil Rosa. Seseorang menelponnya sambil marah-marah, karena gagal menundukkan gadis yang dijanjikannya.

Ketika turun dari mobil, penjaga rumah  sedang menemani sang majikan yang air matanya bercucuran terus menerus.

“Apa yang terjadi,?” tanya Rosa.

”Perempuan itu menyemprot mataku dengan air sabun. Aku baru saja bisa membuka mata. Lihat mataku,” kata laki-laki yang ternyata bernama Bowo.

Rosa melihat mata laki-laki itu masih merah dan terus mengucurkan air mata. Tino sang penjaga juga kesakitan karena lehernya disabet dengan tongkat.

“Tunggu apa lagi, antar aku ke rumah sakit dan kembalikan uangku,” teriak Bowo.

“Bukan aku yang menerima uangmu, tapi orang yang berhasil menculik gadis itu.”

“Bagaimanapun ini rekayasamu, aku tak mau rugi.”

“Baik, nanti masalah uang gampang. Tapi kalau terjadi apa-apa, atau sampai menjadi urusan polisi, jangan sampai kamu menyebut namaku.”

“Antarkan aku ke rumah sakit dulu, tak tahan ini, mataku.”

Rosa mengalah, ia mengantarkan Bowo dan Tino ke rumah sakit.

Tapi sebelum sampai ke jalan besar, ia melihat seseorang berjalan tertatih. Rosa yakin itu adalah Senja, tapi dia membiarkannya.

Mobilnya terus melaju menuju ke sebuah rumah sakit terdekat, lalu meninggalkan keduanya di sana, setelah meninggalkan beberapa lembar uang untuk biaya rawat dan mencari taksi kalau sudah selesai. Rosa memiliki rencana lain.

***

Senja tahu ada mobil melintas, tapi tubuhnya yang semakin lemas tak mampu menghindar. Ia terus melangkah tertatih. Jalan besar sudah tampak, ia melangkah lebih bersemangat. Akan banyak orang yang bisa dimintai pertolongan ketika di sana nanti, bukan ditempat sepi yang tidak jelas siapa orangnya. Tapi sebelum sampai di jalan besar, Senja benar-benar ambruk. Ia berusaha bangkit, tapi tubuhnya sangat lemah, ditambah kakinya yang terluka, dan juga tangannya yang tadi terkena duri atau entah apa, ketika dia bersembunyi di rerimbunan.

Senja putus asa. Ia melihat di langit banyak bintang, tapi tak terlihat bulan. Bintang cemerlang tak mampu menerangi bumi yang gulita.

Senja masih berusaha bangkit dengan sekuat tenaga. Tapi kemudian sebuah mobil berhenti di dekatnya.

Senja pasrah akan apapun yang akan terjadi. Ia merasa semuanya gelap. Ia bahkan tak tahu ketika seseorang memapahnya masuk ke dalam mobil.

***

Besok lagi ya.

 

19 comments:

  1. Matur nuwun mbak Tien-ku NAMAKU TETAP SENJA telah tayang.
    Semoga mbak Tien selalu sehat bersama keluarga, aamiin.

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah, eNTeeS_31 sudah tayang.
    Matur nuwun mBak Tien.
    Salam SEROJA.

    ReplyDelete
  3. πŸͺ΄πŸŽπŸͺ΄πŸŽπŸͺ΄πŸŽπŸͺ΄πŸŽ
    Alhamdulillah πŸ™πŸ˜
    Cerbung eNTeeS_31
    sampun tayang.
    Matur nuwun Bu, doaku
    semoga Bu Tien selalu
    sehat, tetap smangats
    berkarya & dlm lindungan
    Allah SWT.AamiinYRA. πŸ’πŸ¦‹
    πŸͺ΄πŸŽπŸͺ΄πŸŽπŸͺ΄πŸŽπŸͺ΄πŸŽ

    ReplyDelete
  4. Assalamu'alaikum
    Alhamdulillah
    Senja selamatkah, siapa yg menyelamatkan Rosakah. Masuk kandang singa dong 😭,

    ReplyDelete
  5. Alhamdulilah
    Terimakasih Bunda. Semoga sehat slalu beserta seluruh anggota keluarga
    Orang baik Senja pasti banyak pertolongan. Berusahalah Senja untuk bangkit.

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah
    Terima kasih bunda Tien
    Semoga sehat walafiat
    Salam aduhai hai hai

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah, cerbung yg ditunggu sdh tayang mksh Bu Tien smg sekeluarga sehat selalu

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah yg ditunggu dah tayang, semoga senja mndpt pertolongan, maturnuwun Bu Tien semoga ibu tetap sehat semangat dan bahagia bersama keluarga tercinta πŸ™πŸ™

    ReplyDelete
  9. Alhamdullilah terima ksih bunda cerbungnya..slm seroja dan aduhai sll unk bunda πŸ™πŸ₯°πŸŒΉ❤️

    ReplyDelete
  10. Terima kasih, ibu ceritanya sudah tayang. Senja semoga selamat.

    ReplyDelete
  11. Alhamdulilah cerbung kesayangan sdh tayang maturnuwun sanget bu Tien... smg bu Tien sll sehat, bahagia dan ceria aduhai aduhai bun ❤️❤️❤️

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah bunda , NTS sudah tayang, tambah bikin penasaran,
    Semoga bunda beserta keluarga selalu. sehat 🀲🀲

    ReplyDelete
  13. Matur nuwun Bu Tien, semoga orang baik yg memapah Senja ke dalam mobil.
    Semoga Ibu sekeluarga sehat wal'afiat...

    ReplyDelete
  14. Alhamdulillah terima kasih bunda NTS sudah tayang, tambah bikin penasaran,
    Semoga bunda beserta keluarga selalu sehat 🀲🀲

    ReplyDelete

  15. Alhamdullilah
    Matur nuwun bu Tien.
    Cerbung * NAMAKU TETAP
    SENJA 31*
    * sudah hadir...
    Semoga selalu sehat dan bahagia
    bersama keluarga
    Aamiin...



    ReplyDelete
  16. Aduh bunda ini bisa bgt bikin penggemar nya dag dig dug....mks bun, selamat malam....... salam sehat salam sejahtera

    ReplyDelete
  17. Alhamdulillah. ~ Namaku Tetap Senja 31 ~. Sudah tayang. Maturnuwun Bunda semoga selalu Sehat serta Bahagia bersama Pak Tom dan Amancu .AamiinπŸ€²πŸ™⚘🌷

    ReplyDelete

NAMAKU TETAP SENJA 31

  NAMAKU TETAP SENJA  31 (Tien Kumalasari)   Senja menatapnya marah. Ia tak ingat siapa yang memanggilnya saat dia hampir masuk ke mobil Ark...