SAKITKU ADALAH CINTAKU 43
(Tien Kumalasari)
Indras dan anak-anaknya sudah sampai di rumah sakit di mana Zein dirawat. Ia menyuruh bibik pulang dengan taksi yang mereka pesan. Acara ingin bersenang senang telah gagal, berganti menjadi tangisan dan luka, bukan karena luka yang diderita Zein, tapi luka yang dibuat oleh Zein, setelah tahu di mana Zein ditemukan dalam keadaan pingsan di dekat mobilnya. Bukan karena di rampok. Ponsel, dompet Zein yang berisi uang dan kartu-kartu yang entah apa saja, masih utuh di dalam mobil dan sebagian di saku celananya. Indras meminta polisi menyelidikinya. Tapi pikiran Indras berjalan ke arah bayangan perempuan yang selalu disebutnya cantik oleh suaminya. Apa Zein pergi bersamanya? Lalu di mana perempuan itu karena polisi menemukannya sendirian. Tapi tidak, polisi juga menemukan sebuah ponsel yang lain, dan sebuah scarf leher berwarna merah muda. Jelas itu milik perempuan. Jadi sudah jelas semula Zein pergi bersama seorang perempuan.
Indras mengibaskan semuanya, ia bergegas ke ruang IGD untuk melihat suaminya. Ketika dilarang, Indras mengatakan bahwa dirinya seorang dokter, yang juga istri dari korban.
Indras mendekat, Zein tampak memejamkan mata. Ia belum sadar. Hampir seluruh wajahnya lebam, dan ada jahitan di pipinya. Indras memeriksa seluruh luka lebam di wajahnya. Ada tulang lengan yang patah.
“Zein, apa yang kamu lakukan, dan apa yang terjadi?”
Air mata Indras berlinang, yang ditahannya agar tak sampai jatuh. Bagaimanapun Indras sangat mencintai Zein. Ia berharap pada suatu hari Zein akan menemukan kedamaian di sisinya, dan bukan dari perempuan lain. Ia sudah belajar, berusaha memahami semuanya, dan tentunya juga bersabar. Ia tahan apa yang ingin ia katakan, seandainya dia tahu hal itu akan membuat suaminya marah. Indras sangat menjaga, biarlah dirinya terluka asal jangan suaminya, sambil menunggu pada suatu waktu akan ada pelita menyala di relung-relung hatinya.
Indras menemui dokter yang merawat dan berbincang tentang tindakan yang harus dilakukan. Pasti harus ada operasi pada tulang lengannya yang patah. Yang lainnya hanyalah luka yang mereka sebut luka luar, walau kenyataannya ada jahitan di pipinya, berarti ada luka yang terlalu dalam.
Lalu Indras meminta ijin agar Zein boleh dibawanya ke rumah sakit di mana dirinya bertugas. Tentu diijinkan, menunggu Zein sadar dan keadaan stabil, karena tensinya tampak masih turun naik.
Sinta dan Santi masih panik sambil menunggu berita tentang keadaan sang papa yang sebenarnya. Tapi Indras menenangkannya, bahwa Zein tidak apa-apa, hanya terluka dan harus dioperasi. Mereka setuju sang papa dibawa ke rumah sakit di mana papanya bertugas.
***
Indras masih berada di sana ketika Zein tersadar. Sekitar mata bengkak kebiruan, membuat wajah tampannya tampak aneh. Ia membuka matanya, tangannya meraih tangan Indras yang duduk di sampingnya. Mulutnya bergerak perlahan, tidak jelas karena terasa sakit ketika membuka mulutnya. Tapi Indras menangkap sebuah kata pelan yang keluar dari bibir yang juga kebiruan itu. Zein meminta maaf. Indras meremas tangannya lembut.
“Kuat dan sembuhlah,” kata Indras pelan.
Lalu seorang perawat datang untuk mengganti infus yang terpasang, dan mengukur tensinya.
Perawat itu mengangguk ketika Indras melihat hasil tensinya.
“Sudah membaik, Dokter.”
“Syukurlah.”
Lalu ada dokter yang kembali memeriksa, lalu berbincang dengan Indras. Dokter itu lebih terbuka dan berbincang lama setelah tahu bahwa pasien dan istrinya adalah dokter semua.
Keesokan harinya Zein dibawa ke rumah sakit di mana dia bertugas, operasi akan dilakukan di sana, dan Indras diijinkan ikut menanganinya.
***
Sehari setelahnya, Indras bermaksud menemui dokter Tyas, yang pastinya dialah yang bersama suaminya saat kejadian.
Tapi dokter Tyas sudah dua hari tidak masuk. Ia menemui direktur utama rumah sakit itu, dan diberi tahu bahwa suami dokter Tyas telah mengirimkan surat pengunduran diri untuk istrinya tersebut.
Indras mulai berpikir, berarti suami dokter Tyas mengetahui tentang adanya kejadian ini. Atau justru suami dokter Tyas yang menghajar Zein sampai babak belur?
Semua pemikiran itu dilaporkannya kepada polisi, dan polisi segera memburu dokter Tyas, yang atas keterangan pembantunya, tuan Rusdi memiliki rumah di luar kota.
Urusan dengan polisi dilepaskan begitu saja oleh Indras, karena merekalah yang berhak menanganinya. Indras lebih fokus pada perawatan suaminya.
Keterlibatan suami dokter Tyas juga diperkuat dengan keterangan Zein yang sudah bisa berkata walau sangat pelan, karena mulutnya belum pulih benar.
Indras tidak marah. Ia tersenyum ketika Zein mengatakannya, lalu diakhirinya dengan pernyataan maaf lagi.
“Aku maafkan kamu sebelum kamu memintanya,” kata Indras lirih sambil mencium tangan suaminya.
***
Seminggu setelahnya, Zein masih belum banyak berkata-kata. Banyak yang ingin dikatakannya, tapi tampaknya dia memerlukan waktu untuk bisa menata ucapannya. Indras tak pernah mendesaknya. Ia sudah tahu jalannya cerita, walau belum sepenuhnya. Tampaknya suami dokter Tyas mengetahui kalau istrinya pergi bersama Zein, lalu dihentikannya di tengah jalan, lalu dihajarnya. Begitulah kira-kira, kata batin Indras. Miris merasakannya, tapi mau bagaimana lagi, semuanya sudah terjadi. Apakah ini sebuah jalan agar Zein menjadi sadar akan kesalahannya? Ada harapan yang selalu dimohonkan Indras kepada Allah Sang Pemilik Semesta ini, Yang Maha Pengasih dan Penyayang, agar hidupnya segera menjadi baik-baik saja. Agar semua jalan diluruskan, agar semua kegelapan dihadirkannya lentera penerang.
***
Santi dan Sinta segera tahu dengan sejelas-jelasnya apa yang terjadi selama ini, dengan adanya peristiwa mengerikan yang menimpa sang papa.
Indras tidak pernah mau membicarakan semuanya dengan anak-anaknya. Indras memendam semua penderitaannya sendiri. Memikulnya di kedua pundaknya dan membawanya berjalan dan terus berjalan walau langkahnya terhuyung-huyung.
“Mengapa Mama memikulnya sendiri?” tanya Sinta sambil merangkul sang mama.
“Bukankah kamu selalu mengatakan bahwa mamalah yang salah? Bukankah semua kejadian adalah kesalahan mama?”
”Mama tidak pernah menceritakan sejelas-jelasnya apa yang dilakukan papa. Papa selalu menyakiti Mama, bukan sekedar menyakiti secara fisik, tapi juga dalam batin. Ada pemicu yang membuatnya, perempuan jahat itu.”
“Jangan salahkan papa kamu.”
“Mama masih bisa berkata begitu?”
“Papa itu sakit.”
“Itu tidak adil, kalau harus melampiaskan rasa sakitnya, mengapa harus menyakiti Mama?”
“Santi, semuanya sudah berlalu. Allah memberikan sebuah cobaan, dan itu adalah jalan, dan itu adalah jalan yang diharapkan mama agar papamu kembali menjadi penopang yang teguh bagi mama dan bagi kalian.”
“Mama membiarkan rasa sakit itu sendiri.”
“Sakitnya mama adalah rasa cinta mama. Kalau mama tidak merasakan sakit berarti mama tidak cinta,” kata Indras sambil mengelus kepala Santi yang memeluknya erat.
***
Zein tak mau berlama-lama di rumah sakit. Ia sudah mampu bangkit dan berjalan, bukan hanya raganya tapi juga jiwanya. Berkali-kali permintaan maaf adalah kembalinya cinta yang lama hilang.
“Apakah kamu tahu Zein, dokter Tyas sudah tidak lagi bekerja di rumah sakit.”
“Aku sudah tahu. Tapi yang harus kamu tahu bahwa aku tidak selingkuh. Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya salah jalan.”
“Lupakan semuanya, kamu harus sehat Zein, sehat luar dalam, karena kamu seharusnya menjadi penerang saat rumah ini ada dalam kegelapan, bukan mematikan semua yang benderang yang kami harapkan.”
“Maafkan aku selalu menyakiti kamu, Indras.”
“Bukankah aku sudah pernah mengatakan bahwa maaf itu sudah aku berikan sebelum kamu memintanya? Sakitku ini adalah rasa cintaku.”
Zein memeluk dan mencium pipinya bertubi-tubi.
***
T A M A T
Alhamdulillah tamat
ReplyDeleteNuwun jeng In
DeleteAlhamdulillah
ReplyDeleteNuwun jeng Ning
DeleteSuwun mb Tien π
ReplyDeleteSami2 Yangtie
DeleteAamiin Yaa Robbal'alamiin.
ReplyDeleteMatur nuwun pak Wedeye
Alhamdulilah, maturnuwun bu Tien cerbung kesayangan sampun tayang... salam sehat dan aduhai aduhai bun❤️❤️❤️❤️
ReplyDeleteSami2 ibu Sri
DeleteAduhai aduhai
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteAlhamdulilah
ReplyDeleteTerimakasih Bunda. Semoga sehat slalu beserta keluarga. Terus berkarya bunda. Semoga Allah meridhoi kita semua. Aamiin..
Cerita Sakitku adalah Cintaku sudah tamat... Banyak petuah yg bisa dipetik. Sekali lagi Terimakasih.
Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun bapak Endang
Deleteπ³π¦π³π¦π³π¦π³π¦
ReplyDeleteAlhamdulillah π¦π
Cerbung eSAaCe_43 sdh
hadir. Matur nuwun sanget.
Semoga Bu Tien dan
keluarga sehat terus,
banyak berkah dan
dlm lindungan Allah SWT.
Aamiinπ€².Salam seroja π
π³π¦π³π¦π³π¦π³π¦
Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun jeng Sari
DeleteMatur nuwun mbak Tien-ku Sakitku Adalah Cintaku telah tayang
ReplyDeleteSami2 pak Latief
DeleteAlhamdulillah, trimakasih Bu Tien cerbung sdh tamat smg Bu Tien sekeluarga sll diberikan kesehatan, di tunggu cerbung baru nya
ReplyDeleteAlhamdulillah, nwn bu Tien
ReplyDeleteSami2 pak Bambang
DeleteAlhamdulillah
ReplyDeleteTerima kasih bunda Tien
Semoga sehat walafiat
Salam aduhai hai hai
Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Endah
DeleteAduhai hai hai
Terima kasih Bunda Tien Kumalasari, yang selalu menghibur kita semua, semoga Bunda Tien dan keluarga selalu sehat, kami tunggu cerbung baru berikutnya, salam Aduhai selalu
ReplyDeleteAamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Mundjiati.
DeleteAduhai
Alhamdulillah SAKITKU ADALAH CINTAKU~43 sudah hadir dan sudah tamat.
ReplyDeleteMaturnuwun Bu Tien.π
Semoga tetap sehat dan bahagia senantiasa bersama keluarga, serta selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
Aamiin YRA.π€²
Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun pak Djodhi
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteAlhamdulillah tamat ...meski pinisurin dg dr Tyas ..blm sadar2
ReplyDeleteSyukron nggih Mbak Tien❤️πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Sami2 ibu
DeleteMksih bunda cerbungnya..slmt mlm slmt istrht..slm sht sll unk bundaππ₯°πΉ❤️
ReplyDeleteSami2 ibu Farida.
DeleteSalam sehat juga
Alhamdulillah sudah TAMAT.
ReplyDeleteBiasane ada judul cerbung berikutnya, tapi ga papa. Istirahat dulu mBak Tien, sambil menunggu datangnya inspirasi baru, selesaikan dulu SEPOTONG CINTAKU TAK BERSISA, yang tayang di FB.
Semoga mBak Tien dan mas Tom diberikan kesehatan yang prima.
Aamiin Yaa Robbal'alamiin π€²
ReplyDelete
Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun mas Kakek..
DeleteAlhamdulillah, maturnuwun sanget Bu Tien, semoga ibu tetap sehat semangat dan bahagia bersama keluarga tercinta..,.ππππ
ReplyDeleteAamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Tatik
DeleteAlhamdulillah SAKITKU ADALAH CINTAKU (43)telah tayang, terima kasih bu Tien, semoga Allah senatiasa meridhoi kita semua, aamiin yra.
ReplyDeleteAamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Uchu
DeleteAlhamdulillah.... selesai, terima kasih Bu Tien semoga sehat selalu.
ReplyDeleteAamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Yati
DeleteAlhamdulillaah, Matur nuwun Bu Tien, salam sehat wal'afiat semua ya Bu Tien & pak Tom
ReplyDeleteSenang nya akhirnya mereka kembali bahagia ,,, tentunya adanya pengorbanan yg harus dibayar mahal,
Salam Aduhaiiiii,,ππ€π₯°πΏπΏ
Matur nuwun ibu Ika
DeleteAlhamdulillah, tamat.. Matur nuwun Bunda Tien.
ReplyDeleteSehat dan bahagia selalu bersama keluarga tersayang.
Ditunggu cerita berikutnya ..
Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun ibu Ermi
DeleteMaturnuwun bundaaaaa....
ReplyDeleteSalam sehat sllππ»ππ»
Sami2 ibu yang baik..
DeleteSalam sehat juga
Assalamu'alaikum
ReplyDeleteAlhamdulillah
Akhir cerita yg luar biasa.
Sehat sll Bunda Tien bahagia sll dg keluarga ditunggu cerbung berikutnya. π€π .
Ini jg menunggu Sepotong Cintaku tak bersisa (FB)
Wa'alaikumussalam ibu Etty. Terima kasih perhatiannya
DeleteMks bun SAC episode tamat....saya tunggu karya bunda lain nya....aelamat malam ...salam sehat tetap semangat
ReplyDeleteSami2 ibu.. salam sehat juga
DeleteZein dihukum karena kesalahannya dan mungkin juga sembuh dari penyakitnya. Apa hukuman untuk Tyas yang gatal itu?
ReplyDeleteEnaknya apa ya?
DeleteKisas .. barangkali? Hihii
Alhamdulillah 43 sudah TAMAT.
ReplyDeleteBiasane ada judul cerbung berikutnya, dg judul lain tapi msh kelanjutan. Istirahat dulu mBak Tien, sambil menunggu datangnya inspirasi baru.
Semoga mBak Tien dan mas Tom diberikan kesehatan yang prima.
Aamiin Yaa Robbal'alamiin π€²π€²
Salam seroja dan aduhai
Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Matur nuwun pak Suroto
Delete